25 Penerbangan di Bandara Supadio Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau
KUBU RAYA, insidepontianak.com - Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya masih terganggu akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Pada hari kedua, Senin (7/9/2026), tercatat 25 penerbangan terdampak, baik keberangkatan Pontianak-Jakarta, maupun kedatangan Jakarta-Pontianak.
Branch Communication & CSR Department Head Bandara Supadio, Joko Wahyudi mengatakan, jumlah tersebut meningkat dibanding hari pertama yang mencatat 24 penerbangan terdampak.
“Nah untuk hari ini, ada 25 penerbangan yang terdampak baik berangkat maupun datang,” kata Joko.
Ia mengungkapkan, penerbangan yang terdampak merupakan rute yang terhubung dengan Jakarta.
Penyesuaian operasional dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
“Yang terdampak erupsi hanya penerbangan ke Jakarta ataupun sebaliknya, dari Jakarta ke sini,” jelasnya.
Pihak Bandara Supadio, kata Joko, masih terus berkoordinasi dengan kantor pusat untuk memantau perkembangan kondisi dan memastikan operasional penerbangan berikutnya.
“Kita tetap mengevaluasi dan menunggu kabar dari kantor pusat untuk kepastian operasionalnya,” tambahnya.
Bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan, pihak maskapai telah menyediakan layanan refund di konter check-in bandara.
Penumpang juga dapat mengajukan penjadwalan ulang sesuai kebijakan maskapai.
Sementara itu, manajemen Bandara Supadio juga memperkuat pelayanan bagi penumpang yang masih tertahan di terminal.
Airport Quality & SMS Department Head Bandara Supadio, Yakobus Thomry Toto mengatakan, langkah service recovery dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan dan pelayanan.
“Service recovery kami mulai dari memberikan informasi yang update, menjawab keluhan pelanggan, serta bantuan seperti masker dan air minum,” katanya.
Antisipasi penumpukan penumpang juga dilakukan dengan menambah fasilitas kursi tunggu dan personel pelayanan di area terminal.
“Kami melakukan penambahan kursi tunggu dan personel di area pelayanan,” ujarnya.
Pengelola bandara turut berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari maskapai, BKK (Balai Kekarantinaan Kesehatan) hingga BMKG, untuk memastikan informasi mengenai kondisi penerbangan terus diperbarui.
Terkait refund tiket, Yakobus menyebut kewenangan berada pada masing-masing maskapai.
Namun, ia memastikan setiap permohonan dan kebutuhan penumpang tetap dilayani.
Sementara itu, salah penumpang, Satriya mengaku, sempat menunggu sekitar empat jam sebelum mendapat kepastian terkait pembatalan penerbangannya.
Meski harus menunda perjalanan, ia mengapresiasi pelayanan petugas Bandara Supadio yang dinilainya cukup informatif.
“Sempat menunggu empat jam, tapi Alhamdulillah ada jawaban bahwa ditutup dan saya pulang,” ungkapnya.
Menurut Satriya, proses refund maupun reschedule dari pihak maskapai juga berjalan tanpa kendala.
“Pelayanan informasi di sini sangat baik. Pihak maskapai melayani proses refund maupun reschedule tanpa masalah,” katanya.
Ia berharap, dampak erupsi segera berakhir sehingga penerbangan dari dan menuju Bandara Supadio kembali normal.
“Mudah-mudahan masalah dampak Gunung Anak Krakatau ini segera berakhir dan besok sudah bisa terbang lagi,” harapnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment