Pemkab Melawi Perkuat Penanganan Karhutla dari Desa, MPA Diminta Jadi Garda Terdepan
MELAWI, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Melawi memperkuat penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mendorong sistem kesiapsiagaan mandiri hingga ke tingkat desa.
Artinya, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, diminta tidak hanya mengandalkan kekuatan kabupaten, TNI, maupun Polri. Tetapi harus bergerak lebih cepat menggerakan seluruh potensi melakukan pencegahan dan penanggulangan.
“Dalam kondisi seperti sekarang, kita tidak boleh saling menyalahkan. Kita harus bersama menangani karhutla,” pesan Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, saat meninjau lokasi rawan bersama Tim Satgas Karhutla Mabes TNI di Kecamatan Ella Hilir dan Menukung, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Melawi, sejak Januari hingga 31 Agustus 2026 tercatat 30 kejadian karhutla dengan total lahan terbakar mencapai 1.683,35 hektare.
Di Kecamatan Ella Hilir, kebakaran melanda tujuh desa. Bahkan di Desa Nanga Nyuruh, sekitar 40 persen wilayahnya terdampak.
Untuk mencegah kejadian serupa, Bupati Dadi menginstruksikan para camat dan kepala desa segera membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA). Sebab, dari 19 desa di Ella Hilir, baru satu desa yang memiliki kelompok relawan tersebut.
“Penguatan di tingkat desa sangat penting agar kemunculan titik api dapat lebih cepat diketahui dan ditangani sebelum membesar,” ujar Dadi.
Selain MPA, penguatan sarana juga disiapkan. Mulai tahun anggaran 2027, pemerintah desa wajib mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran.
“Personel banyak tanpa peralatan memadai tentu tidak efektif. Kendala utama kita di lapangan adalah peralatan dan sumber air,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Luqman Arif, mengingatkan pentingnya menjaga lahan agar tidak muncul titik api baru.
“Kalau belum bisa memadamkan secara maksimal karena keterbatasan alat, minimal jangan menambah titik kebakaran baru,” imbaunya.
Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, juga mengimbau warga menghentikan sementara aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Di sisi lain, Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, mengungkapkan Melawi mendapat tambahan dua kompi personel BKO dari Jawa serta dukungan dua helikopter pemadam yang disiagakan di Sintang.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut jajaran Forkopimda, pimpinan Bank Kalbar, Perumdam Tirta Melawi, serta para tokoh masyarakat setempat.***
Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment