Jangan Saling Salahkan, Bupati Melawi Ajak Seluruh Pihak Kompak Atasi Karhutla

3 September 2026 13:24 WIB
Bupati Melawi Foto bersama Satgas Karhutla usai menggelar rapat koordinasi di Kecamatan Ella Hilir, Rabu (2/9/2026).

MELAWI, insidepontianak.com – Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan bersatu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Seruan tersebut disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla bersama Tim Satgas Karhutla Mabes TNI di Kecamatan Ella Hilir, Rabu (2/9/2026).

Di kecamatan tersebut, tercatat sedikitnya tujuh desa terdampak karhutla. Rapat koordinasi ini digelar untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau sepanjang September.

Camat Ella Hilir, Miles, menerangkan karhutla terparah di wilayahnya terjadi di Desa Nanga Nyuruh. Diperkirakan sekitar 40 persen lahan desa tersebut sempat terbakar.

Namun, api di desa itu sudah berhasil dikendalikan berkat keterlibatan aparatur pemerintah, masyarakat, perusahaan, dan unsur terkait.

“Titik-titik api yang ditemukan sudah berhasil kita padamkan sehingga tidak berkembang lebih luas,” ujarnya.

Meski demikian, kesiapsiagaan terus ditingkatkan karena ancaman karhutla belum berakhir. Pemerintah Kecamatan Ella Hilir telah menyiagakan posko karhutla yang menjadi pusat koordinasi penerimaan informasi sekaligus didukung tenaga kesehatan.

“Melalui posko ini, unsur pemadam kebakaran dapat langsung dikerahkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.

Bupati Dadi kembali menegaskan bahwa karhutla merupakan persoalan serius yang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

“Kita harus bergerak bersama-sama menanganinya,” ucap Dadi.

Ia mengingatkan hal paling krusial saat ini adalah tidak melakukan pembakaran dalam bentuk dan alasan apa pun. Sebab di musim kemarau, api sekecil apa pun sangat mudah menyebar dan sulit dikendalikan.

Selain itu, Bupati mendorong seluruh pemerintah desa mempercepat pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Pasalnya, dari 19 desa di Kecamatan Ella Hilir, baru satu desa yang memiliki MPA.

“Masih ada 18 desa yang belum membentuk MPA. Ini harus segera dibentuk,” pesannya.

Menurutnya, MPA sangat penting sebagai garda terdepan karena masyarakat berada paling dekat dengan lokasi rawan. Dengan keterlibatan warga secara langsung, laporan kemunculan api bisa disampaikan lebih cepat dan penanganan awal dapat langsung dilakukan.

Persoalan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Mulai tahun anggaran 2027, pemerintah desa diminta menyiapkan alokasi anggaran untuk mendukung pengadaan peralatan pemadam kebakaran. Pemerintah daerah pun telah mengarahkan sebagian anggaran untuk memperkuat penanganan karhutla.

Sementara itu, Ketua Tim Sosialisasi Satgas Karhutla Mabes TNI, Brigjen TNI Luqman Arif, menekankan pentingnya kerja sama kuat dalam menghadapi bencana ini.

“Kita tidak perlu saling menuduh siapa yang salah dan siapa yang benar. Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja nyata mengatasi kebakaran yang sudah terjadi,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah kecamatan dan desa untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, menambahkan bahwa kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam mencegah karhutla.

“Mari kita satukan tujuan. Para kepala desa dan tokoh masyarakat kami harapkan terus mengingatkan warga agar tidak membakar,” ujarnya.

Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono, menyampaikan pengerahan personel terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman.

“Kita mendapatkan bantuan BKO dua kompi dari Jawa, dan akan menempatkan satu peleton di setiap Koramil atau kecamatan di Kabupaten Melawi,” jelasnya.

Selain itu, dua helikopter bantuan untuk pemadaman udara juga telah siaga di Bandara Sintang dan siap dikerahkan ke wilayah Melawi.***


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar