Pemkab Melawi Siagakan Posko Karhutla di Belimbing Hulu, Dua Desa Terdampak Parah
MELAWI, insidepontianak.com — Pemerintah Kabupaten Melawi terus meningkatkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Fokus pemadaman kini tertuju di Kecamatan Belimbing Hulu. Dua desa terdampak parah: Desa Beloyang dan Desa Nanga Tikan.
Luas lahan terbakar telah mencapai 155 hektare sejak akhir Agustus 2026. Lahan gambut membuat api sulit dipadamkan total. Situasi ini jadi perhatian serius.
Ketua Satgas Karhutla Mabes TNI Brigjen TNI Lukman Arif, Bersama Wakil Bupati Melawi, dan unsur Forkopimda menggelar rapat koordinasi langsung pada Jumat (4/9/2026).
Posko Karhutla didirkan. Camat Belimbing Hulu, Kostantinus Borong, menyebut lahan yang terbakar mayoritas kebun sawit dan karet milik warga.
"Api di Desa Nanga Tikan masih aktif. Kepala desa memimpin langsung pemadaman di lapangan," ujarnya.
Titik api baru juga ditemukan di kawasan HGU PT Sinar Dinamika Kapuas, tepat di jalur poros utama. Petugas bergerak cepat menahan laju kebakaran agar tidak merembet.
Proses pemadaman tidak mudah. Medan Belimbing Hulu didominasi perbukitan. Kemarau panjang membuat pasokan air kian minim.
“Meski begitu, kita terus berupaya melakukan penanganan secara maksimal,” tegasnya.
Guna memperkuat penanganan jangka panjang, Pemerintah Kecamatan Belimbing Hulu mengusulkan pengadaan sarana pemadam melalui APBD Melawi 2027.
Edukasi dan Gotong Royong
Wakil Bupati Melawi, Malin, menegaskan karhutla adalah urusan bersama. Semua pihak harus terlibat dalam menanggulangi dan mencegahnya.
"Stop dulu semua kegiatan bakar-membakar, baik untuk ladang maupun kebun," tegas Malin.
Ia mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan. Sekecil apa pun api, lahan gambut yang kering sangat mudah terbakar dan tak terkendali.
Malin juga mengajak warga saling bantu mendapatkan air bersih selama kemarau. Semangat gotong royong harus diperkuat.
Brigjen TNI Lukman Arif menekankan pentingnya taktik pemadaman yang terarah. Api harus dicegah mendekati permukiman.
"Pemadaman harus hitung arah angin dan keselamatan. Jangan tunggu api meluas baru bergerak, dan jangan cuma andalkan relawan," tegas Lukman. .
Petakan Area Rawan
Dari sisi pengamanan, Wakapolres Melawi Kompol Aang Permana meminta seluruh kepala desa memastikan kesiapan Satgas Karhutla di wilayahnya.
"Aktivitas warga seperti berburu, memancing, dan mendaki yang memicu api unggun wajib dihentikan sementara," ujar Aang.
Aang turut mengingatkan bahaya ISPA akibat asap. Ia meminta Satgas desa aktif memetakan area rawan dan cepat melapor jika butuh bantuan alat atau personel.
Dukungan operasional pun mengalir. Pemkab Melawi menyalurkan bantuan beras, sembako, dan uang tunai untuk Posko Karhutla Belimbing Hulu guna menyokong kebutuhan petugas di lapangan.
Pemkab kembali mengimbau warga segera melapor jika melihat titik api. Sinergi dan respons cepat jadi kunci menekan dampak karhutla bagi kesehatan dan lingkungan. (Bgs)
Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment