Pemprov Kalbar Minta Bank Kalbar Perkuat Digitalisasi, Dorong Peningkatan Pendapatan

13 Februari 2026 14:29 WIB
Bank Kalbar/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendorong Bank Kalbar untuk memperkuat ekspansi layanan digital serta memperkokoh struktur permodalan guna meningkatkan daya saing di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.

Menurutnya, transformasi digital dan penguatan modal menjadi kunci agar Bank Kalbar mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku nasabah yang semakin mengandalkan layanan perbankan berbasis teknologi.

“Bank Kalbar ini tidak hanya berorientasi pada laba, tetapi juga berperan sebagai instrumen strategis pembangunan daerah,” kata Ria Norsan.

Ia menegaskan, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Kalbar memiliki peran ganda. Selain dituntut sehat dan kompetitif secara bisnis, bank tersebut juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk mendukung sektor UMKM, pembiayaan infrastruktur, serta program-program prioritas pemerintah daerah.

Ria Norsan optimistis, dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, Bank Kalbar mampu bersaing dengan bank-bank nasional papan atas, khususnya dalam hal layanan digital. Namun demikian, ia menekankan pentingnya mempertahankan karakter dan sentuhan lokal sebagai keunggulan tersendiri.

“Dengan manajemen yang semakin kuat dan pengawasan yang ketat, kita optimistis Bank Kalbar dapat bersaing dengan bank-bank nasional papan atas dalam hal layanan digital, namun tetap memiliki sentuhan lokal yang kuat,” ujarnya.

Ia berharap, langkah ekspansi digital dan penguatan permodalan tersebut dapat memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok daerah, sehingga masyarakat Kalimantan Barat semakin mudah mengakses layanan perbankan yang cepat, aman, dan modern.

Apresiasi Kinerja Bank Kalbar

Ketua Komisi III DPRD Kalbar, Syarif Amin Muhammad menilai BUMD menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah keterbatasan anggaran. Ada beberapa BUMD milik Kalbar. 

Salah satunya Bank Kalbar yang telah menunjukkan kinerja positif dengan terus meningkatkan deviden bagi Pemrov Kalbar dari tahun ke tahun.

“Salah satu contoh, Bank Kalbar yang  tahun lalu mampu menyumbang dividen sekitar Rp130 miliar ke provinsi, bahkan meningkat dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain Bank Kalbar, politisi Nasdem ini juga mengapresiasi kinerja positif Jamkrida. Sebab, telah menghasilkan pendapatan sekitar Rp4,5 miliar per tahun, sehingga mampu memberikan dividen bagi daerah. 

Namun demikian, Komisi III DPRD menyoroti  Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Aneka Usaha yang belum berkontribusi optimal. Karenanya,mereka mendorong agar Perusda berinovasi.

“Saat ini Pusda memang belum sepenuhnya sehat. Tapi kita berharap ke depan bisa kembali membaik dan menghasilkan pendapatan baru sehingga dapat membagi dividen ke daerah,” katanya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar