Musda Golkar Kalbar Masih Tertunda, Bursa Calon Ketua DPD Mulai Panas

13 Februari 2026 14:48 WIB
Ilustrasi Golkar/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kalimantan Barat hingga kini tak kunjung digelar. Agenda yang sebelumnya dijadwalkan pada 16 Desember 2025 resmi ditunda berdasarkan surat DPP Golkar Nomor: B-907/DPP/GOLKAR/XII/2025 tertanggal 15 Desember 2025.

Di tengah ketidakpastian jadwal tersebut, bursa calon Ketua DPD Golkar Kalbar justru semakin ramai diperbincangkan. Dinamika menguat setelah Ketua DPD Golkar Kalbar yang kini menjabat Menteri UMKM, Maman Abdurahman, dikabarkan tidak maju kembali. 

Absennya Maman disebut-sebut mengubah konstelasi internal partai berlambang beringin. Walau sebelumnya Ketua DPD dan ormas sudah menyatakan dukungan untuk Maman kembali memimpin Golkar. Dalam pesan percakapan, Maman hingga kini belum mengkonfirmasi kehadirannya dalam agenda tersebut.  

Deretan Figur Menguat

Sejumlah nama kini jadi perbincangan sebagai kandidat ketua DPD. Salah satu yang paling sering diperbincangkan adalah Prabasa Anantatur.

Prabasa Sekretaris Golkar Kalbar periode 2015–2020 dan 2025–2030. Kini dia duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat.

Sebelum di legislatif, ia juga pernah menjadi Wakil Bupati Sambas mendampingi Burhanudin A Rasyid. Pengalaman di eksekutif dan legislatif membuat Prabasa muncul sebagai salah satu calon kuat.

Nama lain yang tak kalah diperhitungkan adalah Heri Mustamin. Heri sapaan karibnya menjabat Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar.

Pengalaman di legislatif jangan ditanya. Lima periode duduk di legislatif dan pernah menjadi pimpinan DPRD Kota Pontianak. Dua periode terakhir, ia menjadi anggota DPRD Kalbar.

Di internal partai, Heri menjabat Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Kalbar dan  berperan dalam peningkatan kursi Golkar di DPRD Kalbar dari 8 menjadi 9 kursi pada Pileg 2025.

Figur berikutnya adalah Fransiskus Ason, Ketua DPD Golkar Sanggau.
Ia salah satu legislator senior. Sejak muda jadi dewan. Kini duduk sebagai Ketua Komisi II DPRD Kalbar. Priode sebelumnya Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalbar.

Pada Pileg 2024, Golkar dibawah kepemimpinannya berhasil meningkatkan kursi  DPRD Kalbar dari semula satu menjadi dua kursi.

Dari jajaran pengurus, Bendahara Golkar Kalbar Ichfani juga masuk radar kandidat Ketua. Sementara itu, Bupati Mempawah, Erlina, turut mencuat sebagai figur potensial meski tidak memegang jabatan strategis di struktur partai.
 
Pengamat Politik Universitas Tanjungpura Pontianak, Syarif Usmulyadi, menilai munculnya sejumlah nama menunjukkan kaderisasi di tubuh Golkar Kalbar berjalan dinamis. 

“Ini sinyal bahwa partai masih memiliki stok figur. Tinggal bagaimana mekanisme Musda mampu mengakomodasi kompetisi secara sehat dan demokratis,” ujarnya.

Namun, ia menilai absennya Maman bisa menjadi kerugian bagi Golkar secara elektoral. Sebab, popularitas dan pengaruh Maman belum tentu mudah tergantikan.

"Jika dipastikan tidak maju, asumi saya  Golkar akan menghadapi ujian berat dan berpotensi mengalami penurunan kursi,"ungkapnya.

Karenanya, jika DPP berpikir untuk meningkatkan perolehan suara di dalam pemilu, baik legislatif maupun daerah, figur Maman yang punya prestasi kata dia, masih sangat menguntungkan untuk dicalonkan kembali.

Usmulyadi menilai pentingnya Golkar dipimpin oleh figur yang mampu melakukan konsolidasi sampai ke tingkat daerah.Terlebih lagi persaingan makin sengit dan pileg dan Pilkada sudah didepan mata.

"Ketua baru harus mampu menggerakkan mesin partai ini dan mampu mengkonsolidasikan keseluruhan daerah itu menjadi satu kekuatan yang utuh, sehingga mampu meningkatkan atau paling tidak mempertahankan perolehan suara,"paparnya.

Namun demikian, sebagai partai berpengalaman, Golkar diyakini mampu beradaptasi. Sebab, memahami ritme perubahan dan mampu beradaptasi di setiap zaman.

Maman Tetap Berpengaruh

Usmulyadi meyakini Maman tetap akan memainkan peran dalam Musda.Termasuk memasang orang yang bakal melanjutkan kepemimpinan Golkar Kalbar. Analisa tersebut bukan tak beralasan. 
Menurutnya Maman sangat berkepentingan mengamankan kepentingan politiknya kedepan. Namun siapa yang didukung, Usmulyadi belum dapat memprediksi.

“Maman sangat punya kepentingan. Ketika  nanti tidak lagi jadi menteri, tentu beliau punya kepentingan politik ke depan, baik legislatif maupun mungkin kontestasi gubernur. 

Maka sangat mungkin ia akan menggiring figur yang dipercaya untuk menduduki posisi-posisi strategis,” katanya.
Artinya, kontestasi Musda bukan hanya soal figur, tetapi juga pertarungan pengaruh. 

Dia menyakini lobby ditingkat pusat tengah terjadi. Juga lobby ditingkat daerah jelang Musda. Namun, siapa Ketua DPD Golkar Kalbar kedepan tergantung DPP Golkar.

"Artinya dari beberapa nama yang digadang-gadang masuk bursa, keterpilihan mereka  bergantung bagaimana mereka menyakinkan DPP mampu membesarkan partai dan mendulang kemenangan di Kalbar,"ungkap dia.

Musda Penentu
Usmulyadi, menilai dinamika pemilihan Ketua DPD Golkar Kalimantan Barat akan terlihat jelas saat Musda digelar.

Meski saat ini beberapa nama kader yang sering disebut-sebut sebagai calon belum menyatakan tekad maju, Musda akan menjadi forum penentu.

“Musda sejatinya merupakan forum kedaulatan tertinggi di tingkat provinsi sebagaimana diatur dalam AD/ART Golkar 2019,” kata Usmulyadi.

Dalam perspektif party institutionalization atau pelembagaan partai, partai yang matang adalah partai yang menjalankan suksesi kepemimpinan secara rutin, teratur, dan berbasis aturan. Namun, kapan Musda akan berlangsung tidak ada yang tahu.

Namun demikian, Usmulyadi menyebut AD/ART Golkar membuka ruang bagi DPP menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) jika Musda belum digelar sementara masa jabatan sudah berakhir.

Namun, mandat Plt. bersifat sementara dan hanya bertujuan mempersiapkan Musda, bukan menggantikan legitimasi forum tertinggi partai. Bagi Usmulyadi Musda akan menjawab semua pertanyaan publik.

“Di Musda, kita akan tahu siapa yang siap memimpin dan membawa partai ini maju bersama,"pungkasnya (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar