63 Pahlawan Kemanusiaan Terima Pin Emas dari PMI Pontianak

14 April 2026 09:06 WIB
Zulfydar Zaidar Mochtar menerima sertifikat penghargaan sebagai pendonor darah aktif dari Wali Kota Pontianak. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Sebanyak 63 pendonor darah aktif menerima penghargaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak.

Penghargaan diberikan dalam bentuk pin emas sebagai simbol penghormatan atas dedikasi panjang mereka dalam aksi kemanusiaan.

Pendonor yang diapresiasi adalah mereka yang tercatat lebih dari 100 kali mendonorkan darahnya.

Salah satu penerima penghargaan adalah Ketua Fraksi PAN DPRD Kalbar, Zulfydar Zaidar Mochtar.

Ia mengenang awal perjalanannya menjadi pendonor saat masih menjadi mahasiswa di Jakarta pada era 1990-an.

Keputusan itu berawal dari pengalaman sederhana namun membekas, ketika melihat seorang senior membutuhkan darah untuk istrinya yang sakit.

“Awalnya takut, ngeri. Tapi saat itu saya berpikir, bagaimana membantu orang lain meski kondisi kita juga terbatas,” ujarnya saat acara Penyerahan Penghargaan dan Halalbihalal PMI Kota Pontianak di Aula Rumah Dinas Wali Kota, Senin (13/4/2026).

Dengan kondisi ekonomi pas-pasan—mengandalkan kiriman orang tua sekitar Rp400 ribu per bulan sambil bekerja di malam hari—Zulfydar justru menemukan makna dari berbagi. Baginya, donor darah bukan sekadar tindakan medis, tetapi juga bentuk amal jariyah.

“Darah itu bukan hanya berpindah, tapi menjadi bagian dari kehidupan orang lain. Ini amal yang tidak putus,” ungkapnya.

Wali Kota Pontianak yang juga Ketua PMI Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut para pendonor sebagai pahlawan kemanusiaan karena kontribusi nyata mereka dalam menyelamatkan nyawa.

Menurutnya, satu orang yang telah 100 kali mendonorkan darah setidaknya telah menyumbang sekitar 30 liter darah, yang berpotensi menyelamatkan 100 hingga 200 jiwa.

“Kebutuhan darah di Pontianak masih tinggi, mencapai 100 hingga 150 kantong per hari. Sementara ketersediaan rutin berkisar 70 hingga 100 kantong,” jelasnya.

Data PMI mencatat, sepanjang 2025 terdapat 21.644 pendonor. Sebanyak 86,3 persen merupakan pendonor sukarela, sisanya pendonor pengganti.

Untuk menutupi kekurangan stok, PMI masih mengandalkan jaringan pendonor yang telah terdata, termasuk keluarga pasien dalam kondisi darurat.

Meski demikian, Edi mengakui masih ada keterbatasan dalam pelayanan, baik dari sisi teknis maupun administrasi.

Salah satu upaya yang tengah didorong adalah pembangunan laboratorium khusus donor darah guna memenuhi standar akreditasi nasional.

“Kami sedang mengupayakan penyediaan lahan untuk laboratorium tersendiri,” tambahnya.

Di akhir acara, Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pendonor. Ia menegaskan bahwa pin emas yang diberikan bukan sekadar simbol, melainkan bentuk terima kasih atas kontribusi nyata yang telah menyelamatkan banyak nyawa.

“Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” pungkasnya.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar