Intervensi Pasar Digencarkan, BI Pastikan Cadangan Devisa Jauh di Atas Standar IMF
PONTIANAK, insidepontianak.com – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat, Doni Septadijaya, mengajak masyarakat untuk tetap optimis memandang kondisi ekonomi saat ini.
Ekonomi nasional dinilai masih sangat tangguh. Pada kuartal pertama tahun ini saja, ekonomi masih bisa tumbuh di angka 5,61 persen. Indikator ini menunjukkan tren positif di tengah ketidakpastian global.
"Kondisi fiskal kita masih sama kuatnya dengan akhir tahun lalu. Perekonomian bilateral juga tetap kokoh," ujar Doni dalam forum Media Bincang Ekonomi bersama BI Kalbar, Selasa (30/6/2026).
Ia menegaskan, BI selaku bank sentral telah mengerahkan seluruh instrumen kebijakan untuk menjaga kondisi moneter negara tetap berjalan di jalur yang tepat.
Guna menangkal dampak buruk dari gejolak global, BI terus memperkuat stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal.
Salah satu strategi utamanya adalah melakukan intervensi valuta asing (valas) dalam jumlah besar. Langkah ini dinilai efektif untuk meredam gejolak sekaligus menstabilkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS.
"Stabilitas Rupiah akan terus kami jaga ke depan, baik di pasar domestik maupun luar negeri. Cadangan devisa kita juga sangat memadai berdasarkan standar IMF," jelasnya.
Tak hanya itu, BI kini memperketat pengawasan di sektor perbankan dan korporasi. Pengawasan ketat menyasar perusahaan yang melakukan transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar secara tidak wajar.
Strategi proaktif ini diharapkan mampu menjaga psikologis pasar dan melindungi kekuatan mata uang domestik dari aksi spekulasi berlebih.***
Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -
Tags :

Leave a comment