Setiap Hari Terima Keluhan Warga, Wali Kota Pontianak Harap Pemulihan Listrik Lebih Cepat

7 Juli 2026 19:47 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono diwawancarai wartawan. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendorong PLN mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki agar target pemulihan listrik bisa lebih cepat dari jadwal.

PLN sendiri memperkirakan normalisasi sistem kelistrikan baru rampung pada 11–12 Juli. Adapun pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat disebut akibat gangguan teknis pada komponen boiler PLTU.

"Harapan kita, pemulihannya tentu bisa lebih cepat sehingga pelayanan kepada masyarakat segera kembali normal," ucap Edi Kamtono saat berkunjung ke PLTD Siantan untuk memantau progres penanganan sistem, Selasa (7/7/2026).

Edi mengungkapkan, sejak pemadaman listrik terjadi, Pemerintah Kota Pontianak setiap hari menerima banyak keluhan masyarakat.

Sebab, pemadaman berkepanjangan tidak hanya melumpuhkan aktivitas harian warga. Tetapi juga memicu kerugian ekonomi yang nyata.

Sektor UMKM macet, pedagang terdampak, dan masyarakat resah karena bahan makanan rusak akibat lemari es padam.

Karena itu, ia meminta PLN melakukan evaluasi total terhadap sistem kelistrikan agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.

"Ke depan, PLN perlu memperkuat mitigasi terhadap potensi gangguan. Jangan sampai masyarakat kembali dirugikan akibat pemadaman berkepanjangan," tegasnya.

Di sisi lain, Edi mengimbau warga yang ingin menyampaikan aspirasi terkait kondisi ini agar tetap menjaga ketertiban umum.

"Silakan menyampaikan pendapat sebagai bagian dari demokrasi. Yang terpenting, aspirasi disampaikan dengan baik dan santun," pesannya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Pontianak, Shofwan Juniard menjelaskan, gangguan boiler PLTU pada sistem interkoneksi Kalbar memang berdampak luas pada pasokan listrik daerah, termasuk Kota Pontianak.

Kendati demikian, berbagai langkah taktis terus dilakukan di lapangan untuk mempercepat pemulihan.

"Kami terus berupaya melakukan percepatan. Saat ini durasi pemadaman sudah semakin dipangkas. Yang tadinya enam jam, kini berkurang menjadi sekitar empat jam,” jelas Shofwan.

Sesi pemadaman yang sebelumnya terjadi tiga kali dalam sehari, kini juga sudah ditekan menjadi maksimal dua kali saja.

“Untuk pasokan pagi hari bahkan sudah berhasil kami amankan, sehingga tidak ada lagi pemadaman," tambahnya.

Menurut Shofwan, perkembangan positif ini menunjukkan sistem kelistrikan perlahan mulai membaik, meski proses perbaikan terus dikebut hingga seluruh jaringan pulih total.

Terkait kebijakan kompensasi bagi pelanggan terdampak, Shofwan memastikan mekanismenya akan berjalan tegak lurus mengikuti ketentuan yang berlaku dan diproses otomatis melalui sistem PLN.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar