ISPA Melonjak, Dewan Kubu Raya, Amri Minta Puskesmas hingga Rumah Sakit Siaga

19 Agustus 2026 15:19 WIB
Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang melanda Kubu Raya dalam beberapa pekan terakhir, tak hanya membuat jarak pandang terganggu. 

Dampaknya juga mulai terasa di sektor kesehatan, menyusul meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Dinas Kesehatan Kubu Raya mencatat 2.119 kasus ISPA dan gejala ISPA hingga 10 Agustus 2026. Jumlah ini disebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan periode Juli.

Menyikapi itu, Ketua Komisi IV DPRD Kubu Raya, Muhammad Amri, meminta pemerintah daerah memperkuat kesiapan fasilitas kesehatan.

Menurutnya, Dinas Kesehatan perlu memastikan seluruh puskesmas hingga rumah sakit memiliki tenaga kesehatan yang cukup untuk melayani masyarakat.

“Jangan sampai puskesmas kosong dan pelayanan menjadi lambat,” kata Amri kepada insidepontianak.com, Rabu (18/8/2026).

Ia mengatakan, peningkatan kasus ISPA harus diantisipasi sejak sekarang. Terlebih kondisi cuaca yang semakin kering membuat ancaman asap karhutla masih berpotensi terjadi.

Di samping itu, Amri juga menyoroti kesiapan fasilitas penunjang. Salah satunya, ketersediaan tabung oksigen di fasilitas kesehatan.

“Jangan sampai nakesnya siap, tapi oksigennya tidak ada,” ujarnya.

Menurut Amri, kesiapan fasilitas kesehatan menjadi penting jika jumlah pasien ISPA terus bertambah. 

Jangan sampai lonjakan pasien justru membuat pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit kewalahan.

Selain itu, Amri turut mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaaan Kubu Raya memastikan sekolah menerapkan pembelajaran daring selama kondisi udara belum membaik.

Langkah itu dinilai dapat mengurangi aktivitas anak-anak di luar rumah sehingga risiko terpapar asap karhutla bisa ditekan.

“Anak-anak rentan terkena ISPA kalau masih banyak beraktivitas di luar,” tutur Ketua Fraksi PKS DPRD Kubu Raya itu.

Sementara itu, Amri berharap, pemerintah daerah dapat menyiapkan pembagian masker gratis bagi masyarakat.

Baginya, penanganan karhutla harus dibarengi dengan langkah perlindungan kesehatan. 

Sebab, ketika titik api bertambah dan kualitas udara memburuk, masyarakat menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. (Greg)


Penulis : Wati Susilawati
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar