Kualitas Udara di Sanggau Memburuk, Pemprov Kalbar Instruksikan Faskes Siaga
PONTIANAK, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menginstruksikan seluruh puskesmas memperketat kesiapsiagaan menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Langkah ini diambil menyusul buruknya kualitas udara di sejumlah daerah. Di Kabupaten Sanggau, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per 1 September 2026 bahkan menembus angka 500, yang masuk kategori berbahaya.
Pencemaran udara ini memicu peningkatan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sepanjang Agustus 2026 saja, Dinas Kesehatan Sanggau mencatat ada penambahan 660 kasus baru.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr. Erna Yulianti, menegaskan krisis ini harus disikapi secara cepat. Fasilitas kesehatan tingkat pertama wajib memastikan ketersediaan sarana medis darurat.
“Kesiapan pelayanan, termasuk ketersediaan oksigen di ruang IGD, harus dipastikan,” tegas Erna.
Peningkatan kasus ISPA di daerah seperti Sanggau menjadi peringatan bagi pemda setempat agar tidak menganggap remeh ancaman kabut asap.
Pasalnya, paparan asap sangat berisiko bagi kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, hingga lansia.
Guna mengantisipasi lonjakan penderita, Dinkes Kalbar memperketat surveilans mingguan. Pemantauan ketat ini difungsikan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) agar intervensi medis bisa dilakukan lebih cepat saat kualitas udara memburuk.
Selain penyiapan faskes, Pemprov Kalbar juga menyokong kebutuhan logistik daerah. Sepanjang Juni hingga Agustus 2026, Dinkes Kalbar telah menyalurkan 3.176 boks masker melalui 18 kegiatan ke enam kabupaten/kota terdampak.
Pasokan obat-obatan dan dukungan medis lainnya juga disiagakan mengantisipasi lonjakan hotspot. Erna pun meminta pemerintah kabupaten/kota, termasuk Sanggau, untuk responsif berkoordinasi jika membutuhkan pasokan tambahan.
“Pemerintah daerah diminta segera melapor apabila membutuhkan tambahan masker, obat-obatan, maupun logistik kesehatan lainnya. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” pungkas Erna.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment