Pengamat: Karhutla Berdampak Kerugian Ekonomi Berantai

3 September 2026 17:03 WIB
Bencana karhutla yang melanda Kalimantan Barat.

PONTIANAK, insidepontianak.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat hingga kini masih terus berlangsung.

Kabut asap pekat yang ditimbulkan praktis membawa dampak domino bagi kehidupan masyarakat.

Mulai dari terganggunya penerbangan, sekolah tatap muka yang terpaksa ditiadakan, meningkatnya ancaman kesehatan warga, hingga melumpuhkan berbagai sektor kegiatan ekonomi daerah.

“Karhutla menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang masif dan berantai pada berbagai sektor riil, fiskal, serta produktivitas masyarakat,” tegas pengamat ekonomi dari Universitas Tanjungpura (Untan), Dr. Andy Kurniawan Bong, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, kabut asap tebal menurunkan jarak pandang dan mengganggu transportasi darat, sungai, hingga penerbangan.

Kondisi tersebut membuat arus distribusi barang tersendat sehingga aktivitas perdagangan ikut melemah.

Untuk menanganai persoalan ini, pemerintah, baik pusat maupun daerah, dinilai perlu mengalokasikan dan merealisasikan anggaran secara taktis untuk pengerahan sumber daya, peralatan pemadaman, logistik, serta penanganan darurat lintas lembaga.

“Upaya pencegahan dan mitigasi perlu terus diperkuat agar dampak karhutla terhadap lingkungan dan perekonomian masyarakat dapat ditekan semaksimal mungkin,” katanya.

Selain transportasi dan perdagangan, sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut terpukul akibat berkurangnya aktivitas di luar ruangan, penundaan agenda kegiatan, hingga menurunnya wisata sungai.

“Sementara di sektor pertanian dan perkebunan, kebakaran dapat merusak lahan-lahan produktif serta kebun warga yang menjadi mata pencaharian utama,” jelasnya.

Di sisi lain, merosotnya kualitas udara otomatis mendongkrak biaya kesehatan masyarakat sekaligus menurunkan produktivitas tenaga kerja akibat paparan gangguan pernapasan.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar