Jangan Saling Menyalahkan! Heri Mustamin Ajak Semua Elemen Bersatu Tangani Karhutla Kalbar
PONTIANAK, insidepontianak.com — Ketua Fraksi Golkar DPRD Kalimantan Barat, Heri Mustamin, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersatu menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Heri minta persoalan karhutla tidak dijadikan ruang untuk saling menyalahkan. Sebab, yang dibutuhkan saat ini adalah gotong royong, kerja nyata, dan langkah cepat untuk memadamkan api.
Menurut Heri, semua pihak harus kompak dan mengesampingkan warna politik. Sebab, Kalbar saat ini membutuhkan sinergi bersama.
"Jangan kita berwarna-warni hari ini, hanya ingin menunjukkan warna kita sendiri. Hari ini adalah warna Kalimantan Barat yang sedang berduka, yang sedang membutuhkan perhatian kita," tegasnya.
Menurut dia, pemerintah pusat dan daerah telah bergerak melakukan penanggulangan. Karena itu, yang lebih penting saat ini adalah memastikan seluruh upaya tersebut benar-benar berdampak bagi masyarakat.
"Jangan kita mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Hari ini pemerintah pusat dan pemerintah daerah sudah bersepakat dan bersinergi untuk melakukan ini," kata Heri.
Ia mengaku prihatin dengan kondisi karhutla yang saat ini dinilainya sudah sangat serius, bahkan mendekati kondisi yang pernah terjadi pada 2019.
Heri mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang telah memberikan dukungan penanganan karhutla, termasuk bantuan pesawat untuk operasi pemadaman dari udara.
Namun, ia meminta bantuan tersebut dipastikan dapat beroperasi secara optimal. Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian adalah ketersediaan bahan bakar untuk mendukung operasional pesawat.
"Kalau memang masih kurang, usulkan. Karena memang itu tanggung jawab pemerintah pusat dan tanggung jawab juga bagi pemerintah daerah," ujarnya.
Heri juga mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan anggaran perubahan agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal untuk menambah dukungan penanganan karhutla.
Anggaran yang sebelumnya dialokasikan sekitar Rp25 miliar, kata dia, dapat dievaluasi dan ditambah sesuai kebutuhan di lapangan.
"Anggaran-anggaran yang tidak prioritas kita geser kepada kegiatan yang mendukung untuk segera paling tidak meringankan kejadian karhutla ini," katanya.
Terkait dorongan agar karhutla Kalbar ditetapkan sebagai bencana nasional, Heri mengatakan usulan tersebut perlu dikaji berdasarkan kondisi dan kriteria yang berlaku.
Namun, ia meminta semua pihak tidak terjebak pada perdebatan mengenai status bencana.
"Yang paling penting menurut saya hari ini bukan soal statusnya, tetapi bagaimana kita berbuat untuk membantu masyarakat yang hari ini memang sangat membutuhkan," ujarnya.
Menurut Heri, kebutuhan mendesak masyarakat harus menjadi prioritas, terutama kesehatan, ketersediaan air bersih, serta bantuan bagi masyarakat yang lahannya terdampak kebakaran.
Ia menilai penanganan persoalan tersebut membutuhkan kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, masyarakat, mahasiswa, hingga seluruh pemangku kepentingan.
Heri juga menanggapi kritik dan aksi mahasiswa terkait penanganan karhutla. Ia meminta pemerintah tidak alergi terhadap kritik, tetapi menerima masukan tersebut secara terbuka dan konstruktif.
"Kalau ada kritik-kritik, baik itu dari kelompok masyarakat maupun mahasiswa, kita terima dengan positif, dengan lapang dada," katanya.
Namun, ia juga mengajak mahasiswa tidak berhenti pada kritik. Mahasiswa, menurut dia, dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, misalnya membagikan masker kepada masyarakat dan memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan diri dari dampak asap karhutla.
"Setelah mahasiswa kritik, sama-sama. Apa yang bisa kita buat? Apa yang bisa kita lakukan?" ujarnya.
Heri mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong menyelesaikan persoalan karhutla.
Ia menilai tidak ada masyarakat yang menginginkan lahannya terbakar. Karena itu, persoalan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyalahkan.
"Jangan ini dijadikan alat seolah-olah saya paling hebat, orang lain tidak hebat. Hari ini kita harus sama-sama apa yang bisa kita lakukan untuk membantu, bukan saling menyalahkan," katanya.
Selain upaya teknis, Heri juga mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui doa dan introspeksi.
Ia berharap seluruh upaya pemerintah, masyarakat, mahasiswa, dan berbagai elemen lainnya dapat segera membawa Kalbar keluar dari krisis karhutla.(Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment