SMAN 1 Sambas Minta Nama Baik Dipulihkan Usai Polemik LCC 4 Pilar

16 Mei 2026 10:29 WIB
Pernyataan sikap SMAN 1 sambas terkait polemik Lomba Cedas Cermat 4 Pilar MPR RI 2026. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – SMAN 1 Sambas akhirnya menyampaikan pernyataan sikap terkait polemik Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI 2026 yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Pihak sekolah menegaskan menghormati seluruh keputusan resmi yang ditetapkan dalam mekanisme penyelenggaraan lomba.

“SMAN 1 Sambas mengecam segala bentuk opini, narasi, tuduhan, maupun tindakan di media sosial yang menyerang sekolah, dewan guru, staf TU, murid hingga orang tua,” demikian salah satu poin pernyataan tersebut.

Polemik bermula pada laga final tingkat Provinsi Kalbar, 9 Mei 2026. Saat itu, jawaban Tim SMAN 1 Pontianak terkait sistem pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dianulir dewan juri.

Akibat keputusan itu, nilai Tim SMAN 1 Pontianak yang tergabung di Grup C dikurangi lima poin.

Di sisi lain, Grup B SMAN 1 Sambas yang merebut pertanyaan dengan jawaban serupa justru dinyatakan benar dan mendapat nilai 10 dari juri yang sama.

Tim SMAN 1 Pontianak sempat melayangkan protes karena menilai jawaban mereka identik. Namun, dewan juri tetap pada keputusan awal dengan alasan jawaban Grup C tidak secara tegas menyebut adanya pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Belakangan, dua dewan juri dinyatakan keliru. MPR RI pun menyampaikan permintaan maaf.

SMAN 1 Sambas mengapresiasi langkah MPR RI sebagai penyelenggara yang akhirnya menyelesaikan persoalan tersebut. Namun, klarifikasi yang disampaikan dinilai terlambat.

Akibatnya, nama SMAN 1 Sambas ikut terseret dan memicu tekanan psikologis terhadap tim.

Padahal, persoalan itu murni akibat kelalaian dewan juri. SMAN 1 Sambas menegaskan tidak ada pengaturan kemenangan dalam kompetisi tersebut.

Selain itu, SMAN 1 Sambas menolak usulan pengulangan laga final LCC tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Penyelenggara juga diminta memulihkan nama baik SMAN 1 Sambas serta memberi jaminan terhadap kondisi psikologis siswa sebelum mewakili Kalbar di tingkat nasional.

Pihak sekolah berharap seluruh pihak menahan diri dan menghormati proses yang sedang berjalan dengan mengedepankan penyelesaian objektif dan berkeadilan.

“Pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk komitmen menjaga suasana pendidikan yang sehat, kondusif, dan bermartabat,” tulis pihak sekolah.***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar