PLN Gelar Simulasi Tanggap Darurat Bersama Kepolisian, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi AGHT

13 Agustus 2026 10:44 WIB
Peserta berfoto bersama usai mengikuti kegiatan Simulasi Tanggap Darurat di halaman Kantor PLN ULP Pemangkat, Selasa (12/8/2026). (Istimewa)

PEMANGKAT, insidepontianak.com – PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Singkawang memperkuat kesiapsiagaan personel dalam menghadapi Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT).

Langkah ini diwujudkan melalui Simulasi Tanggap Darurat di Kantor PLN ULP Pemangkat, 11–12 Agustus 2026.

Simulasi yang melibatkan sekitar 50 peserta ini menggandeng aparat kepolisian, tenaga medis, serta petugas keamanan (satpam).

Dalam kegiatan tersebut, para pegawai PLN diuji melalui sejumlah skenario kondisi darurat. Mulai dari penanganan aksi premanisme, pencurian aset kelistrikan, penyebaran informasi hoaks, hingga insiden kebakaran yang membutuhkan evakuasi cepat dan terkoordinasi.

Pada salah satu skenario, peserta dihadapkan pada gangguan kelistrikan akibat pencurian kabel yang memicu terhentinya pasokan listrik.

Tim PLN lantas melakukan penanganan sesuai prosedur: identifikasi gangguan, pengamanan lokasi, koordinasi dengan kepolisian, hingga pemulihan sistem. Simulasi juga menguji kesiapan personel saat terjadi kebakaran di lingkungan kerja.

Pengujian meliputi aktivasi sistem alarm, penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), evakuasi jalur khusus, penanganan korban, hingga pemastian seluruh personel berkumpul aman di titik assembly point.

Manager PLN ULP Pemangkat, Adi Kurnia Wijayanto, menyampaikan bahwa latihan ini memastikan prosedur tanggap darurat tak sekadar dipahami secara teori, tetapi dapat dieksekusi tepat saat kondisi nyata.

Lewat simulasi ini, petugas dapat mempraktikkan langsung penggunaan fasilitas darurat mulai dari sistem alarm, APAR, hingga alur evakuasi.

"Latihan ini membuat kami semakin memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana berkoordinasi ketika menghadapi kondisi darurat," ujar Adi.

Dari perwakilan kepolisian, Setiawan menegaskan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan aparat keamanan dalam membangun kesiapsiagaan.

“Kesiapsiagaan perlu terus dilatih agar koordinasi, komunikasi, dan langkah penanganan dapat berjalan cepat serta tepat ketika menghadapi kondisi sebenarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Manager PLN UP3 Singkawang, Made Hary Palguna, menjelaskan bahwa simulasi ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan personel, prosedur, sistem komunikasi, hingga sarana pendukung di unit pelayanan.

“Latihan seperti ini penting dilakukan secara berkala agar respons terhadap kondisi darurat semakin teruji,” tambah Made.

General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Barat, Maria G.I. Gunawan, turut menegaskan bahwa penguatan kesiapsiagaan merupakan strategi PLN dalam menjaga ketahanan operasional dan keandalan layanan.

"Dengan mitigasi yang baik, potensi risiko dapat diantisipasi cepat sehingga dampaknya ke pelanggan minim," tegas Maria.

Melalui simulasi terpadu ini, PLN berkomitmen terus memperkuat operasional yang tangguh demi menjaga pasokan listrik masyarakat tetap andal dan aman.***


Penulis : Dina Prihatini Wardoyo
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar