Program FOLUR Dorong Ekonomi Desa di Sanggau Berbasis Lingkungan

6 Mei 2026 12:04 WIB
Peserta pelatihan ekowitasa pengelola Hutan Wisata Pulau Engkunyit, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau foto bersama. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com – Program Food Systems Land Use and Restoration (FOLUR) di Kabupaten Sanggau mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa berbasis lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pelatihan budidaya jamur merang dengan memanfaatkan limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) di Desa Empodis, Kecamatan Bonti, pada 26 April 2026.

Pelatihan ini diikuti perwakilan petani dari sejumlah desa di Kecamatan Bonti, di antaranya Bonti, Sami, Bahta, Upe, Kampuh, Bantai, Majel, dan Empodis.

Koordinator Lapangan FOLUR Sanggau, Vincessius, mengatakan budidaya jamur merang dipilih karena memiliki sejumlah keunggulan. Siklus produksinya singkat, kebutuhan lahan terbatas, dan pasarnya sudah terbentuk.

“Selain meningkatkan pendapatan, kegiatan ini juga membantu mengurangi limbah perkebunan sawit yang melimpah,” ujarnya.

Ke depan, program akan dilanjutkan dengan pengembangan demplot budidaya di desa, penyediaan sarana produksi awal, serta pendampingan teknis dan manajemen usaha.

Selain sektor pertanian, FOLUR juga mendorong pengembangan ekowisata berbasis konservasi di Hutan Wisata Pulau Engkunyit, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu.

Pelatihan ekowisata bagi masyarakat telah dilaksanakan pada 29 April 2026 dengan melibatkan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Sanggau serta instansi terkait.

Hutan Wisata Pulau Engkunyit seluas sekitar 15,8 hektare memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam. Kawasan ini memiliki ekosistem tembawang dengan beragam jenis tanaman, seperti kayu belian, meranti, dan buah-buahan lokal.

Lokasinya juga strategis, hanya sekitar lima menit dari pusat Kecamatan Parindu.

“Potensi ini membuka peluang pengembangan yang lebih luas, baik dalam pengelolaan wisata, peningkatan kapasitas masyarakat, maupun pelestarian hutan,” kata Vincessius.

Melalui pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi lintas sektor, program FOLUR diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat serta mendorong pembangunan desa berkelanjutan di Sanggau.

Rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan bertahap melalui sinergi berbagai pihak.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan terus diperkuat agar potensi lokal dapat dikembangkan secara optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.***


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar