Ketua Komisi II DPRD Sanggau Dorong Pengawasan BBM Subsidi untuk Tekan Harga Kebutuhan Pokok
SANGGAU, insidepontianak.com – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sanggau, Hendrikus Bambang, menilai tingginya biaya transportasi menjadi salah satu penyebab utama kenaikan harga kebutuhan pokok di daerah. Karena itu, ia mendorong pengawasan distribusi BBM subsidi, khususnya solar, diperketat agar biaya angkut barang dapat ditekan.
Hendrikus mengatakan, kenaikan harga kebutuhan pokok saat ini tidak semata dipengaruhi sektor produksi, tetapi lebih banyak dipicu meningkatnya ongkos distribusi barang.
"Kalau melihat kondisi saat ini, dampaknya tidak terlalu signifikan karena tidak semua masyarakat bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Faktor transportasi justru lebih besar mempengaruhi kenaikan harga barang," ujarnya.
Ia menjelaskan, biaya angkutan barang mengalami kenaikan cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi itu kemudian berdampak langsung terhadap harga jual barang di tingkat konsumen.
"Biaya angkut yang sebelumnya sekitar satu juta rupiah kini bisa mencapai dua juta rupiah. Kenaikan biaya itu akhirnya dikonversikan ke harga barang di pasaran," katanya.
Menurut Hendrikus, salah satu langkah yang perlu dilakukan pemerintah adalah memastikan distribusi BBM subsidi berjalan tepat sasaran. Ketersediaan solar bagi sektor transportasi dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi sekaligus menekan biaya logistik.
"Saya berharap ketersediaan BBM subsidi, terutama solar, benar-benar diawasi. Beberapa daerah bahkan sudah membentuk tim pengawasan yang melibatkan eksekutif, legislatif, dan aparat penegak hukum," ungkapnya.
Ia menilai pembentukan tim pengawasan distribusi BBM subsidi dapat menjadi solusi untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Dengan distribusi BBM yang lebih tertib, biaya transportasi diharapkan dapat ditekan sehingga harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat dapat terjaga. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment