Belanja APBD Landak Baru Terserap 37 Persen, Belanja Modal Masih 2,76 Persen pada Semester Pertama
LANDAK, Insidepontianak.com - Realisasi belanja modal Pemerintah Kabupaten Landak hingga akhir semester pertama Tahun Anggaran 2026 baru mencapai 2,76 persen.
Secara keseluruhan, belanja daerah baru terserap 37,17 persen dari total APBD sebesar Rp1,28 triliun.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Landak, Erani, saat menyampaikan Laporan Realisasi Semester Pertama dan Prognosis Enam Bulan Berikutnya atas Pelaksanaan APBD Kabupaten Landak Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Landak, Kamis (16/7/2026).
"Laporan realisasi APBD semester pertama beserta prognosis enam bulan berikutnya kami sampaikan sebagai gambaran pelaksanaan APBD tahun 2026," kata Erani.
Erani memaparkan Secara keseluruhan, realisasi pendapatan daerah hingga akhir semester pertama mencapai Rp586,60 miliar atau 49,02 persen dari target Rp1,19 triliun.
Sementara itu, realisasi belanja daerah tercatat Rp477,11 miliar atau 37,17 persen dari target Rp1,28 triliun.
Rendahnya realisasi belanja terutama terlihat pada belanja modal. Hingga akhir semester pertama, belanja modal baru terealisasi Rp3,37 miliar dari target Rp121,89 miliar atau 2,76 persen.
Sementara belanja operasi yang digunakan untuk membiayai kegiatan sehari-hari pemerintahan terealisasi Rp406,92 miliar atau 39,32 persen dari target Rp1,03 triliun.
Adapun belanja transfer, yang sebagian besar berupa bantuan keuangan kepada pemerintah desa, terealisasi Rp66,54 miliar atau 53,26 persen dari target Rp124,91 miliar. Belanja tidak terduga terealisasi Rp283,61 juta atau 14,20 persen dari pagu sebesar Rp1,99 miliar.
Di sisi pendapatan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp63,27 miliar atau 49,51 persen dari target Rp127,77 miliar.
Pendapatan transfer mencapai Rp511,80 miliar atau 49,24 persen dari target Rp1,04 triliun, sedangkan lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp11,52 miliar atau 40,44 persen dari target Rp28,53 miliar.
Selisih antara realisasi pendapatan dan belanja membuat APBD Kabupaten Landak mencatat surplus sebesar Rp109,49 miliar pada semester pertama.
Pada sisi pembiayaan, penerimaan yang bersumber dari sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 terealisasi Rp50,74 miliar atau 55,16 persen dari target Rp91,98 miliar.
Sementara pengeluaran pembiayaan mencapai Rp2 miliar atau 39,59 persen dari target Rp5,05 miliar, sehingga pembiayaan neto tercatat sebesar Rp48,74 miliar.
Berdasarkan perhitungan tersebut, sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) pada semester pertama Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp158,23 miliar.
Erani mengatakan realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah hingga semester pertama masih belum optimal. Karena itu, Pemkab akan memaksimalkan penyerapan anggaran pada enam bulan terakhir tahun ini.
"Secara umum realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan masih relatif rendah. Kami akan mengoptimalkan penyerapan anggaran pada sisa tahun ini," ujar Erani.
Ia mengatakan pembahasan lebih rinci mengenai realisasi APBD akan dilakukan bersama DPRD pada agenda berikutnya.
"Pembahasan lebih rinci akan dilakukan bersama DPRD pada agenda berikutnya," katanya.
Untuk enam bulan berikutnya, Pemerintah Kabupaten Landak memproyeksikan pendapatan daerah sebesar Rp609,91 miliar, belanja daerah Rp806,33 miliar, dan pembiayaan daerah sebesar Rp38,19 miliar. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment