ISPA di Sanggau Melonjak, Dinkes Kalbar Perintahkan Puskesmas Siagakan Layanan Terbaik
SANGGAU, insidepontianak.com – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Sanggau melonjak seiring memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sepanjang Agustus 2026, tercatat penambahan 660 kasus baru. Secara akumulatif, total penderita ISPA di Sanggau kini telah menembus angka 9.731 kasus.
Sanggau pun masuk dalam daftar daerah di Kalbar yang mengalami lonjakan kasus ISPA, bersama Ketapang, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sintang, Mempawah, dan Kota Pontianak.
Merespons kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr. Erna Yulianti, menginstruksikan seluruh Puskesmas agar menyiapkan layanan kesehatan dengan maksial.
“Puskesmas harus siaga. Pasokan oksigen dan ruang instalasi gawat darurat (IGD) harus disiapkan untuk melayani masyarakat,” tegas Erna.
Pihaknya juga terus memantau perkembangan kasus ISPA, terutama di wilayah yang berdekatan dengan lokasi hotspot dan terdampak asap pekat.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori, mengungkapkan data Dinas Lingkungan Hidup per 1 September 2026 mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Sanggau sudah menembus angka 500.
“Kondisi karhutla ini sudah sangat tidak normal, dan masuk kategori membahayakan,” ujar Najori.
Selain ISPA, dampak kemarau dan pekatnya asap juga mulai memicu penyakit lain. Ketersediaan air bersih yang terbatas menyebabkan kasus diare di Kabupaten Sanggau bertambah 132 kasus pada periode yang sama.
Dalam situasi krisis lingkungan ini, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan mengurangi aktivitas di luar ruangan serta memperketat protokol kesehatan mandiri.
“Gunakan masker saat keluar rumah serta jaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan air minum yang sehat,” pesan Najori.***
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment