Terdampak Karhutla dan Kekeringan, Ratusan Ayam Milik Peternam di Sanggau Mati Massal
SANGGAU, insidepontianak.com -- Ratusan ekor ayam milik seorang peternak di Desa Sungai Mawang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, mati mendadak pada Kamis (3/9/2026). Peristiwa kematian massal ini dipicu oleh Karhutla dan krisis air akibat kemarau panjang.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, Ambius Anton, mengonfirmasi kejadian tersebut setelah melakukan pantauan langsung di lapangan.
"Hasil pantauan kita di lapangan kemarin, salah satu peternak kita yang besar di Sungai Mawang terdampak asap Karhutla karena peternakannya ada di dekat lokasi kebakaran. Jumlah kematian ayam sekitar 251 ekor, dengan estimasi kerugian mencapai belasan juta rupiah," ujar Ambius Anton saat ditemui di kantornya.
Anton merangkan, banyak peternak ayam diberbagai kecamatan di Kabupaten Sanggau mengeluhkan sulit mendapat air untuk ternak karena debit sungai maupun air sumur terus berkurang. Bahkan, terdapat sumber air yang sudah mengering.
"Yang paling terdampak itu terkait ketersediaan air minum ternak. Sebagian besar peternak mengalami kesulitan mendapatkan air karena debit air sungai maupun sumur berkurang, bahkan ada yang kering," ujarnya.
Ambius khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, produksi ayam di Kabupaten Sanggau dikhawatirkan ikut menurun. Dampaknya, ketersediaan daging ayam di pasaran dapat berkurang dan berpotensi memicu kenaikan harga.
Ia menjelaskan, ketika sumber air untuk ternak mengering, peternak tidak hanya kesulitan memenuhi kebutuhan minum ayam yang sudah ada, tetapi juga tidak dapat memasukkan bibit ayam baru.
"Kalau sumber air minum untuk ternak tidak ada atau debit airnya mengering, otomatis ketersediaan air minum ternak tidak tersedia. Peternak juga tidak bisa memasukkan bibit ayam baru," jelasnya.
Karena itu, Ambius menilai kekeringan yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah daerah juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat agar mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut.
"Kondisi ini sudah kita laporkan ke pemerintah pusat agar mendapat perhatian khusus," pungkasnya.
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment