Ketua Dekranasda Kalbar Dorong Daya Saing Produk Unggulan di INACRAFT 2026

4 Februari 2026 21:38 WIB
Ketua Dekranasda Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, didampingi Wakil Ketua Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, foto bersama dengan Ketua Umum Dekranasda Indonesia Selvi Gibran Rakabuming usai mengikuti kegiatan pembukaan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026. (Istimewa)

JAKARTA, insidepontianak.com – Ketua Dekranasda Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, didampingi Wakil Ketua Donata Dirasig Krisantus Kurniawan, menghadiri pembukaan The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 di Jakarta Convention Center, Rabu (4/2/2026).

INACRAFT merupakan pameran kerajinan tangan terbesar di Asia Tenggara. Ajang ini telah digelar sejak 1999. Dan menjadi etalase utama produk kriya Indonesia ke pasar nasional dan global.

Pembukaan INACRAFT 2026 dilakukan Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, bersama Ketua Umum Dekranasda Indonesia Selvi Gibran Rakabuming dan jajaran pendiri ASEPHI. Prosesi pemukulan lesung menandai dimulainya pameran.

Tahun ini, INACRAFT mengusung tema: Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft. Tema tersebut menegaskan peran perempuan sebagai penggerak usaha, inovator, sekaligus penjaga nilai budaya yang memberi kontribusi nyata bagi ekonomi daerah.

Teuku Riefky Harsya mengapresiasi konsistensi ASEPHI menjaga reputasi INACRAFT selama lebih dari dua dekade. Ia menyebut sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan kinerja positif.

“Data BPS 2025 mencatat subsektor fashion dan kriya masih mendominasi ekspor kreatif nasional. Fashion mencapai USD 16,3 miliar, disusul kriya sebesar USD 12,03 miliar,” ujarnya.

Menurutnya, INACRAFT bukan sekadar ajang transaksi. Pameran ini menjadi ruang membangun ekosistem kriya yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

“Perempuan menjadi motor lahirnya produk kriya yang adaptif dan kompetitif,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kalbar Erlina Ria Norsan menegaskan kehadirannya sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan pengrajin.

“Kehadiran ini adalah dukungan nyata bagi produk lokal Kalimantan Barat agar mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Ia menyebut, seluruh Ketua Dekranasda dari 14 kabupaten dan kota di Kalbar turut hadir, didampingi dinas terkait seperti Dinas Koperasi serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sinergi ini dinilai penting untuk memastikan pembinaan pengrajin berjalan berkelanjutan.

“Ini bukan seremoni. Ini momentum mengevaluasi dan meningkatkan kualitas produk kerajinan Kalbar,” tuturnya.

Erlina berharap peningkatan mutu berdampak langsung pada ekonomi keluarga pengrajin Kalbar dan produk diciptakan semakin berdaya saing. 

Pada kesempatan ini, Dekranasda Kalbar menampilkan beragam produk unggulan. Di antaranya Tenun Ikat Sintang, Tenun Sidan Kapuas Hulu, kain tenun khas Sambas, anyaman, manik-manik, ketoro, serta berbagai kriya berbasis tradisi lokal.

Produk-produk tersebut mencerminkan pertemuan tradisi dan inovasi. Dengan kualitas terbaik, kriya unggulan Kalimantan Barat siap melangkah ke pasar global.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/ril
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar