Karhutla Makin Mengganas, Pemprov Kalbar Fokus Pemadaman di Ketapang

7 September 2026 14:02 WIB
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Pelang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com — Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan memfokuskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang setelah daerah tersebut kembali mencatat lonjakan titik panas.

Dengan 1.894 titik panas dari total 3.197 titik panas di Kalbar, Pemprov Kalbar mengoptimalkan pemadaman melalui pengerahan personel, operasi modifikasi cuaca (OMC), hingga water bombing.
 Norsan mengatakan, pemerintah daerah terus memperkuat penanganan karhutla, khususnya di wilayah yang mengalami peningkatan titik api secara signifikan.

"Memang hari ini titik api bertambah di Ketapang. Pagi ini kita sudah mengirim OMC satu lagi," kata Ria Norsan, Senin (7/9/2026).

Selain operasi modifikasi cuaca (OMC), pemerintah juga mengerahkan personel di lapangan untuk mempercepat penanganan karhutla.

Norsan mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pangdam untuk mengerahkan personel yang berada di lapangan.

Menurut dia, penanganan karhutla saat ini dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, TNI, masyarakat, Manggala Agni hingga mahasiswa.

Di tengah kembali meningkatnya karhutla, Pemprov Kalbar juga melakukan penyesuaian anggaran melalui APBD Perubahan 2026.

Norsan menjelaskan, anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan yang masih kurang di lapangan, terutama mesin pompa air, selang, dan tandon penampungan. 

"Di lapangan kekurangan mesin air dan selang serta tandon untuk menampung air," ujarnya.

Empat Pesawat Dikerahkan

Untuk memperkuat penanganan dari udara, Pemprov Kalbar bersama pemerintah pusat juga mengerahkan pesawat dalam operasi modifikasi cuaca.

Norsan menyebut saat ini terdapat empat pesawat OMC yang dikerahkan. Satu pesawat difokuskan untuk wilayah Ketapang, sementara tiga lainnya beroperasi secara mobile mengikuti kondisi awan yang memungkinkan dilakukan penyemaian.

"Empat pesawat. Tiga untuk keliling, kalau ada titik awan langsung disemai. Satu khusus di Ketapang," katanya.

Sementara untuk operasi water bombing ada delapan. Norsan menegaskan, pemerintah akan terus memantau perkembangan karhutla dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menekan kebakaran.

"Kita tetap kompak. Pemerintah bersama masyarakat, Manggala Agni dan mahasiswa. Penanganannya tetap kita fokuskan dan utamakan," ujarnya. (Andi)


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -
Tags :

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar