Guru Berkurang, Kubu Raya Darurat Tenaga Pendidik
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Kekurangan tenaga pendidik di Kabupaten Kubu Raya kian mengkhawatirkan. Pasalnya, jumlah guru, khususnya aparatur sipil negara (ASN) terus berkurang setiap tahun seiring tingginya angka pensiun.
Ketua PGRI Kubu Raya, Zainiansyah mengatakan, kondisi ini membuat Kubu Raya darurat tenaga pendidik. Dan menjadi sebagai persoalan vital yang harus segera ditangani.
Karena jika tidak, kualitas pendidikan di daerah tersebut berpotensi terdampak serius.
“Guru-guru PNS kita semakin lama semakin habis karena regulasi pensiun. Ini yang perlu kita pikirkan bersama,” kata Zainiansyah, Rabu (6/5/2026).
Ia menegaskan, pembangunan pendidikan tak hanya soal infrastruktur. Ketersediaan tenaga pendidik menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan proses belajar mengajar.
“Walaupun sarana prasarana bagus, tapi kalau tenaga pendidik tidak ada, itu akan sia-sia,” tegasnya.
Dari data yang dihimpun, ia mengungkapkan, jumlah guru ASN di Kubu Raya saat ini diperkirakan sekitar 1.700 orang.
Sementara, tenaga honorer yang telah diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK berkisar 700 orang.
Namun, masih ada sekitar 900 tenaga honorer yang belum terakomodasi dalam skema pengangkatan.
Bahkan, sebagian di antaranya terkendala karena tidak masuk dalam database resmi pemerintah, data pokok pendidikan (dapodik).
“Ada sekitar 900 orang yang datanya belum masuk atau terkunci di database. Ini jadi kendala besar,” ungkap Zainiansyah.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat kebutuhan guru di Kubu Raya masih jauh dari kata ideal.
Ia memastikan, PGRI bersama Dinas Pendidikan pun terus berupaya mencari solusi, termasuk menyesuaikan dengan regulasi dari pemerintah pusat.
“Kita terus berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan pemerintah daerah untuk menyikapi persoalan ini,” katanya.
Di samping itu, Ia juga mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terhadap dunia pendidikan, termasuk dukungan kepada para tenaga pendidik.
“Pak Bupati sangat terbuka dan punya perhatian besar terhadap pendidikan. Ini menjadi modal penting untuk mencari solusi bersama,” pungkasnya. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment