Karolin Tegaskan RSUD Landak Tak Cari Untung, Layanan Wajib Maksimal
LANDAK, insidepontianak.com – Bupati Karolin Margret Natasa menegaskan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak hadir bukan sekadar memburu keuntungan.
Tapi, rumah sakit dibangun murni untuk melayani warga yang sakit. Karena itu, ia menekankan pelayanan wajib optimal walaupun sarana dan prasarananya terbatas.
"Jadi kita enggak cari untung di rumah sakit. Ini murni kewajiban pemerintah daerah," tegas Karolin, Jumat (21/8/2026).
Karolin menyadari pembiayaan operasional rumah sakit daerah semakin besar, sementara ruang fiskal kian tertekan akibat pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Namun baginya, tantangan ini tak boleh jadi alasan pelayanan kendur. Layanan medis harus tetap berjalan prima.
Ia menjamin seluruh operasional rumah sakit pelat merah tetap disokong penuh lewat APBD. Di sisi lain, ia mendorong seluruh potensi SDM dimaksimalkan.
"Kalau anggaran fisik terbatas, kita punya SDM. Maksimalkan itu agar pelayanan makin membaik," tegasnya.
Bagi Karolin, megahnya bangunan fisik bukan jaminan utama pelayanan yang baik, melainkan mental aparaturnya.
Oleh sebab itu, ia meminta peningkatan kualitas layanan rumah sakit harus didukung dengan dedikasi yang tinggi dari para pegawai.
Di sisi lain, Dinas Kesehatan diminta menjadi komando dalam memastikan pelayanan rumah sakit terus meninggkat.
"Jangan bawa ego instansi. Jangan merasa tak boleh disentuh dinas. Jalur birokrasi ada SOTK dan tata komandonya. Jangan offside," ujarnyanya mengingatkan.
Karolin optimistis lewat inovasi, layanan medis tetap bisa berkembang meski anggaran terbatas. Buktinya, RSUD Landak kini sukses membuka unit layanan cuci darah.
Tak berhenti di situ, rencana penambahan ruang cath lab jantung, layanan kemoterapi, hingga pengiriman dokter spesialis untuk sekolah lagi juga terus berjalan.
Semua itu terbukti bisa diwujudkan lewat niat dan dedikasi yang tulus. Keterbatasan dana selalu bisa ditaklukkan dengan kreativitas.***
Penulis : Wahyu
Editor : -

Leave a comment