Dampak Kemarau, Stok Cabai di Pasar Melawi Menipis, Harga Melambung, Capai Rp180 Ribu Per Kilo

17 September 2026 02:45 WIB
Tim TPID dipimpin Sekda Melawi mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Harga cabai melonjak. (Istimewa)

MELAWI, insidepontianak.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Melawi menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Markasan Nanga Pinoh, Rabu (16/9/2026).

Tim dipimpin Sekda Melawi, Paulus. Monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok. Hasilnya, TPID menemukan harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan.

“Kenaikan paling signifikan terjadi pada beberapa jenis cabai,” ujar Paulus.

Menurutnya, kenaikan harga itu disebabkan oleh hasil petani lokal yang turun drastis akibat dampak kemarau. Musim panas memicu kekeringan sehingga tanaman tidak tumbuh normal.

Alhasil, ketersediaan stok cabai di pasar lokal menipis. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, pasar tradisional di Kabupaten Melawi terpaksa memasok cabai dari luar provinsi.

“Bahkan dikirim langsung dari Jawa. Akibatnya, harga cabai melonjak, berkisar antara Rp130 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram, bergantung pada jenisnya,” jelas Sekda.

Paulus mengaku, pengendalian harga cabai bukan persoalan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, Pemda akan mengambil langkah strategis untuk memperkuat produksi lokal.

“Dinas Pertanian akan kita minta membantu petani lokal, baik melalui penyediaan bibit maupun penyuluhan yang lebih gencar,” katanya.

Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian lokal jangka panjang, sehingga kelangkaan dan kenaikan harga cabai dapat diantisipasi serta kebutuhan masyarakat Kabupaten Melawi tetap terpenuhi.***


Penulis : REDAKSI
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar