Kabupaten Mempawah Rencanakan Susun Arah Pembangunan Kawasan Cagar Budaya

6 Februari 2026 16:16 WIB
Workshop Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis (RPIKS) Cagar Budaya Mempawah, yang dihadiri Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, Kamis (5/2/2026).

MEMPAWAH, insidepontianak.com - Sejarah dan budaya bukan sekadar cerita masa lalu bagi Kabupaten Mempawah. Di balik bangunan tua, makam para tokoh, dan jejak peradaban yang tersebar di berbagai kecamatan, tersimpan identitas sekaligus peluang masa depan.

Inilah semangat yang mengemuka dalam Workshop Penyusunan Rencana Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis (RPIKS) Cagar Budaya Mempawah, yang dihadiri Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting bersama Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum tersebut dipusatkan di Mempawah Command Center, dan diikuti berbagai pemangku kepentingan lintas sektor.

Dalam sambutannya, Juli Suryadi menekankan bahwa kawasan cagar budaya Mempawah menyimpan nilai sejarah, budaya, dan sosial yang tak ternilai. Lebih dari sekadar warisan, kawasan ini merupakan jati diri dan kebanggaan masyarakat Mempawah yang perlu dirawat dengan perencanaan matang.

“Pengembangan kawasan strategis cagar budaya harus dilakukan secara terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, tanpa mengesampingkan nilai-nilai pelestarian,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kawasan cagar budaya di Mempawah memiliki potensi besar sebagai penggerak pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta penguatan identitas budaya masyarakat.

Potensi tersebut telah tertuang dalam Dokumen Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) Kabupaten Mempawah, yang mencatat sebaran objek wisata budaya dan religi di berbagai wilayah.

Di Kecamatan Mempawah Timur, wisata budaya meliputi Istana Keraton Amantubillah, Masjid Jamiatul Khair, dan Benteng Kota Batu. Sementara itu, wisata religi di Kecamatan Mempawah Hilir mencakup Makam Opu Daeng Manambon dan Makam Keramat Siti Sa’diah.

Tak hanya itu, Kecamatan Mempawah Timur juga menjadi pusat wisata religi dengan keberadaan berbagai makam bersejarah, di antaranya Makam Raja-Raja Mempawah, Makam Habib Husein Alkadri, Makam Panembahan Adinata, Makam Syeikh Hafal, hingga Makam Ratu Intan, yang selama ini menjadi tujuan ziarah masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Juli Suryadi menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Direktorat Pengembangan Kawasan Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, atas dukungan dan alokasi prasarana serta sumber daya bagi penataan kawasan strategis cagar budaya di Mempawah.

“Kami berharap penataan kawasan ini mampu memadukan pelestarian warisan sejarah dengan kebutuhan modern, sehingga kawasan cagar budaya dapat menjadi pusat aktivitas yang bernilai ekonomis, sosial, dan edukatif,” ujarnya.

Sebagai wujud keseriusan, Pemerintah Kabupaten Mempawah berkomitmen untuk menyiapkan seluruh dokumen perencanaan sesuai readiness kriteria yang telah disepakati dalam Focus Group Discussion (FGD) sebelumnya.

Melalui workshop ini, diharapkan lahir dokumen perencanaan yang komprehensif, realistis, dan aplikatif, yang dapat menjadi pedoman strategis dalam pembangunan infrastruktur kawasan cagar budaya secara bertahap dan berkelanjutan. Juli pun mengajak seluruh peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi gagasan, serta memberikan masukan dari berbagai perspektif teknis, sosial budaya, hingga ekonomi.

“Sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat adalah kunci agar kawasan cagar budaya Mempawah tumbuh berdaya saing, tanpa kehilangan ruh sejarahnya,” pungkasnya.

Workshop tersebut turut dihadiri para Kepala OPD, Asisten, Staf Ahli, Kepala Desa dan Lurah, perwakilan Kerajaan Mempawah, pengurus Makam Habib Husein, serta unsur terkait lainnya. (hms)


Penulis : REDAKSI/rilis
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar