Rumah Warga Ambruk di Tepian Kapuas, Pemkot Pontianak Segera Renovasi Total

8 Juli 2026 12:10 WIB
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan temuai warga yang rumahnya ambruk. Renovasi segera dilakukan. (Istimewa)

PONTIANAK, insidepontianak.com – Rumah Ani (57) di tepian Sungai Kapuas, Gang Alpokat Indah, Jalur 5, Kelurahan Sungai Beliung, Pontianak Barat, mendadak roboh, Senin (6/7/2026).

Kontan, ia dibuat kaget. Syok. Terpukul. Sedih sekaligus bingung. Bagaimana tidak, wanita paruh baya ini hidup sebatang kara. Mau tinggal di mana lagi?

Menurut Ani, musibah itu datang sekitar pukul 14.00 WIB. Saat ia baru saja selesai memasak dan sedang bersantai mendengarkan radio.

Tiba-tiba, kupingnya menangkap suara aneh dari arah atap. Seperti kayu yang berderak. Awalnya, dikira ulah anak-anak bermain layangan. Namun, bunyinya semakin keras menakutkan.

“Dan, bangunan tiba-tiba ambruk. Saat itu, posisi saya masih dalam keadaan duduk. Alhamdulillah, saya masih bisa selamat," ceritanya lirih.

Ani sudah menempati rumah semi permanen berbahan kayu itu sejak tahun 2020. Kondisi bangunannya memang sudah tak kokoh.

Sehari-hari, Ani hanya mengandalkan kerja serabutan. Sesekali membantu tetangganya berjualan.

Dengan keterbatasan ekonomi yang menjerat, rumah tak dapat direnovasi. Kini situasi semakin sulit. Musibah datang. Sangat berat untuk dipikul sendiri.

Beruntung, jeritan hati Ani cepat terdengar. Pemerintah Kota Pontianak bergerak taktis. Bantuan disalurkan. Rumah segera dibangun ulang.

Ani hanya dapat berucap syukur. Ia tak menyangka pertolongan cepat datang saat situasinya sedang kalut.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota. Saya berharap rumah saya bisa diperbaiki. Walaupun kecil, yang penting kuat dan aman untuk ditempati," ucapnya haru.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan didampingi beberapa jajaran sudah turun melihat rumah Ani yang kini tak bisa lagi ditempati.

Ia memastikan proses renovasi akan dipercepat karena bangunan hancur total. Sembari perbaikan selesai, Pemkot menawarkan Ani sementara waktu tinggal di rusunawa. Namun, ia telah ditawari lebih dahulu menumpang di rumah tetangga.

Belajar dari kejadian ini, Pemkot Pontianak kini mulai memperketat pengawasan terhadap rumah-rumah di kawasan rawan, khususnya di sepanjang bantaran sungai.

Para lurah diperintahkan segera mendata rumah warga yang posisinya sudah miring atau lapuk dan berpotensi roboh.

Mitigasi ini penting sebagai deteksi dini agar tidak sampai memakan korban jiwa. Masyarakat luas pun diimbau untuk aktif melapor ke RT atau lurah jika melihat ada rumah tetangga yang kondisinya mulai membahayakan.

"Jangan menunggu sampai terjadi musibah. Jika kondisi rumah sudah mengkhawatirkan, segera lapor agar bisa segera ditindaklanjuti," pungkas Bahasan.***


Penulis : Abdul Halikurrahman/prokopim
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar