Timbunan Sampah di Sambas Capai 394 Ton per Hari, Baru 118 Ton yang Tertangani

3 Februari 2026 16:25 WIB
tumpukan sampah di TPA Sorat/IST

SAMBAS, insidepontianak.com – Volume timbunan sampah harian di Kabupaten Sambas saat ini mencapai 394,65 ton per hari. Namun, dari jumlah tersebut, sampah yang mampu tertangani atau terangkut baru sekitar 118,4 ton per hari. 

Kepala Dinas Perkim LH Kabupaten Sambas, Daeng Wahyudi Kumbri, menjelaskan tingginya timbulan sampah sangat dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan pasar, pusat ekonomi, serta destinasi wisata.

“Produksi sampah relatif tinggi berada di Kecamatan Selakau, Pemangkat, Semparuk, Tebas, Sebawi, Jawai, Teluk Keramat, dan Kecamatan Sambas. Wilayah-wilayah tersebut umumnya merupakan kawasan dengan aktivitas ekonomi dan pasar,” ujarnya.

Berdasarkan data pengukuran terbaru, komposisi sampah di Kabupaten Sambas masih didominasi oleh sampah organik sebesar 57,9 persen. Sementara itu, sampah plastik mencapai 20,6 persen, kertas 12 persen, dan jenis sampah lainnya sekitar 9,3 persen.

Menurut Daeng Wahyudi, kondisi ini menunjukkan potensi besar pengurangan volume sampah melalui pengolahan berbasis sumber, terutama untuk sampah organik yang dapat diolah menjadi kompos.

Dalam sistem pengelolaannya, pengangkutan sampah di Kabupaten Sambas dilakukan setiap hari dengan metode angkut-buang menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Saat ini, Sambas memiliki beberapa TPA aktif, salah satunya TPA Sorat. Namun, TPA tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas atau overload.

“Kami juga memiliki TPA lain seperti di Salatiga, Jawai, Teluk Keramat, Galing, hingga Temajuk. Meski demikian, keterbatasan kapasitas dan sarana prasarana masih menjadi tantangan utama,” katanya.

Ia mengakui, tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Sambas meliputi luasnya wilayah pelayanan yang mencakup 19 kecamatan, keterbatasan armada dan kontainer sampah, minimnya sumber daya manusia, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Sebagai upaya jangka menengah, Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Perkim LH telah merencanakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di kawasan TPA Sorat. Namun saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap pengajuan dan perencanaan.

“Ke depan, kami berharap ada dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, agar pengelolaan sampah di Kabupaten Sambas dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar