Sambas Tetapkan Siaga Darurat, Antisipasi Kemarau Ekstrem dan Ancaman Karhutla 2026
SAMBAS, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten Sambas menetapkan status siaga darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau ekstrem tahun 2026 yang berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan.
Penetapan status ini mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memperkirakan wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kabupaten Sambas, akan mengalami musim kemarau panjang mulai April hingga Oktober 2026.
Kondisi tersebut dipengaruhi fenomena El Nino dengan intensitas kuat yang berpotensi menurunkan curah hujan secara signifikan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sambas, Nisa Azwarita, mengatakan status siaga darurat telah diberlakukan sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi.
“Berdasarkan prediksi BMKG, saat ini Kabupaten Sambas sudah dalam status siaga darurat untuk menghadapi potensi karhutla dan kekeringan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, berbagai langkah pencegahan terus dilakukan secara intensif, mulai dari pemantauan titik panas (hotspot) melalui aplikasi Sipongi dan BRIN hingga penguatan koordinasi lintas sektor.
Dalam upaya tersebut, kata dia, BPBD Sambas menggandeng berbagai pihak seperti Polres, Kodim, Manggala Agni, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), masyarakat peduli api, hingga perusahaan perkebunan sawit.
“Kami terus berkoordinasi dengan semua pihak. Alhamdulillah, tim di lapangan solid dalam upaya pencegahan,” tambahnya.
Ia menambahkan, sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD bersama tim gabungan juga akan melakukan aksi pemadaman di lapangan, salah satunya di Desa Lela dalam waktu dekat.
Memasuki puncak musim kemarau yang diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026, sejumlah risiko perlu diwaspadai, mulai dari meningkatnya potensi karhutla, kekeringan ekstrem, hingga krisis air bersih di sejumlah wilayah.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta berperan aktif dalam upaya pencegahan bencana, " pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -
Tags :

Leave a comment