Asap Karhutla Menebal, DPRD Sanggau Dorong Kebijakan Belajar dari Rumah Diberlakukan Lagi

20 Agustus 2026 10:33 WIB
Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau menebal. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com - Kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Sanggau, kian parah.

Akibatnya, kualitas udara memburuk. Situasi ini mengancam kesehatan masyarakat. Paparan asap berpotensi meningkatkan penyakit insfeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Karena itu, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, Paulus, mendorong pemerintah kembali menerapkan kebijakan belajar dari rumah.

"Sebab, kita lihat hari ini asap kembali tebal," ujar Paulus, Kamis (20/8/2026).

Ia berharap pemerintah darah mengeluarkan kebijakan taktis sesuai situasi terkini untuk meminimalisir dampak karhutla.

“Kesehatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama," tegasnya.

Bagi Paulus, kondisi udara saat ini dirasa sudah tidak sehat. Anak-anak tergolong kelompok rentan terpapar asap.

Karena itu kebijakan pembelajaran dari rumah perlu dipertimbangkan kembali untuk diberlakukan.

"Kesehatan itu penting dan mahal harganya," tambahnya.

Kebijakan belajar dari rumah bisa disesuaikan. Sistem daring dilakukan bagi sekolah dengan akses internet memadai.

Sementara sekolah terkendala jaringan dapat memberikan tugas. Siswa mengerjakan tugas tersebut dari rumah.

"Saya kira begitu yang lebih bagus," katanya.

Paulus juga mengimbau para orang tua. Mereka harus mengawasi aktivitas anak. Sementara ini, jangan biarkan bermain di luar ruangan. Karena kualitas udara memburuk.

"Sebaiknya anak-anak menghindari aktivitas di luar ruangan," imbaunya.***


Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar