Bahrain Kecam Serangan Drone Iran

27 Juni 2026 23:39 WIB
Drone Iran membelah langit malam di Timur Tengah. (ANTARA/Anadolu/py)

DOHA, insidepontianak.com - Kementerian Luar Negeri Bahrain mengecam serangan pesawat nirawak (drone) Iran yang menyasar wilayah kerajaannya, pada Sabtu (27/6/2026) dini hari.

Melalui pernyataan resmi kantor berita BNA, Bahrain menegaskan, Teheran harus bertanggung jawab.

Serangan tersebut dinilai nyata-nyata merusak berbagai inisiatif perdamaian yang sedang dibangun di kawasan Timur Tengah.

Serangan ke Bahrain ini diduga kuat merupakan imbas dari eskalasi konflik yang kembali memanas antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Sebab, hanya sehari sebelumnya, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah meluncurkan serangan ke wilayah Iran.

Sikap Washington itu diambil sebagai aksi balasan atas dugaan sabotase terhadap kapal dagang di Selat Hormuz.

Tak tinggal diam, militer Iran langsung membalasnya dengan menggempur sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah, termasuk wilayah sekutunya.

Ketegangan baru ini sangat disayangkan. Padahal, pada 18 Juni lalu, Iran dan AS baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) elektronik untuk menghentikan konflik militer.

Dalam MoU tersebut, kedua belah pihak sedianya diberikan waktu 60 hari untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi AS.

Perjanjian itu juga mengatur pemulihan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang kini kembali membara.***

 


Penulis : Abdul Halikurrahman/Antara
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar