Walau Jumlah Hotspot Turun, Bupati Ketapang Minta Water Bombing Tetap Diperkuat
KETAPANG, insidepontianak.com — Sebaran titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang turun drastis, per 8 Agustus 2026. Dari 85 titik, kini tersisa 13 titik.
Meski turun signifikan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum bisa dihentikan.
Sebab, sejumlah titik api masih tersisa, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo pun meminta dukungan pemadaman udara (water bombing) terus diperkuat.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga diharapkan tetap dilakukan jika kondisi memungkinkan.
“Tadi saya sampaikan kepada Menteri Kehutanan dan pihak BNPB bahwa water bombing akan lebih efektif untuk daerah mineral dibandingkan daerah gambut,” kata Alexander, Selasa (8/9/2026).
Menurut Alexander, penanganan karhutla di Ketapang telah dilakukan lebih dari dua bulan. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat, perusahaan dan berbagai unsur terkait terus melakukan pemadaman.
Namun, penanganan di lapangan masih menghadapi kendala. Kebakaran di lahan gambut sulit dipadamkan karena kedalaman gambut dan keterbatasan sumber air.
Sementara di sejumlah wilayah pedalaman yang berada di kawasan tanah mineral, kendalanya adalah akses. Jarak yang jauh dan kondisi jalan membuat beberapa titik sulit dijangkau Satgas Darat.
Karena itu, dukungan Satgas Udara melalui water bombing dinilai penting untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses dari darat.
Alexander juga berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, termasuk kemungkinan pelaksanaan OMC.
“Mudah-mudahan suasana dan situasi Karhutla semakin membaik di Ketapang dan kita bisa kembali normal,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan jumlah hotspot di Ketapang turun menjadi 13 titik.
Penurunan itu disebut terjadi berkat kerja sama pemerintah daerah, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan berbagai pihak lainnya.
Namun, Raja Juli mengingatkan penurunan hotspot tidak boleh membuat kewaspadaan diturunkan.
Titik api yang masih tersisa harus terus ditangani, terutama karena sebagian kebakaran terjadi di lahan gambut.
“Jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita menganggap pekerjaan sudah selesai. Kita harus terus memadamkan sisa titik hotspot tersebut,” tegasnya.***
Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment