Maulid Nabi di Ponpes Hidayaturrahman, Bupati Ketapang Tekankan Toleransi dan Sinergi Ulama-Umara

6 September 2026 18:37 WIB
Bupati Ketapang bersilaturahmi dengan para ulama di momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SWA, di Pondok Pesantren Hidayaturrahman. (Istimewa)

KETAPANG, insidepontianak.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menekankan pentingnya sinergi ulama dan umara dalam menjaga toleransi serta kerukunan masyarakat.

Hal itu disampaikan Alexander saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).

Menurutnya, ulama dan pemerintah memiliki peran yang sama bagi umatnya. Ulama memberikan tuntunan dan pendidikan akhlak.

Sementara pemerintah menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah.

“Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ini yang harus kita perkuat,” ujarnya.

Alexander pun menegaskan Ketapang adalah rumah besar bagi seluruh umat beragama. Karena itu, kehidupan yang rukun dan toleran harus terus dijaga.

Kerukunan menjadi modal penting untuk mewujudkan visi pembangunan daerah yang berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.

Semangat tersebut sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang: meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Dalam peringatan Maulid tersebut, hadir pula ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Penceramah dalam kegiatan itu adalah KH. Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH. Hasyim Muzadi.

Dalam ceramahnya, KH. Muhammad Hilmy mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Ia juga menyampaikan tiga pesan utama KH. Hasyim Muzadi dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.

Pertama, toleransi harus berakar pada nilai spiritual atau khasyatullah. Kedua, kerukunan perlu dibangun melalui ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.

Ketiga, masyarakat perlu menolak radikalisme dan memperkuat dialog untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Momen tersebut menjadi bagian dari silaturahmi antara ulama, pemerintah dan masyarakat.***


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar