Maulid Nabi di Ponpes Hidayaturrahman, Bupati Ketapang Tekankan Toleransi dan Sinergi Ulama-Umara

10 September 2026 17:01 WIB
Bupati Ketapang Alexander Wilyo hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).

KETAPANG, insidepontianak.com – Bupati Ketapang Alexander Wilyo menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga kerukunan, toleransi, serta keharmonisan kehidupan masyarakat di Kabupaten Ketapang.

Hal itu disampaikan Alexander saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Pondok Pesantren Hidayaturrahman, Sabtu (6/9/2026).

Menurutnya, ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama berperan memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab, sedangkan pemerintah menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah.

“Ulama dan umara memiliki peran yang saling melengkapi. Ulama memberikan tuntunan, pencerahan, serta pendidikan akhlak dan adab mengikuti jejak Rasulullah SAW, sementara umara menjalankan amanah untuk melayani masyarakat dan membangun daerah,” ujar Alexander.

Ia menilai, sinergi keduanya menjadi bagian penting dalam menciptakan kedamaian dan kesejahteraan di tengah masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri ulama, santri, pemuka agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta berbagai elemen masyarakat.

Hadir sebagai penceramah KH. Muhammad Hilmy Asidiqy Al Aroki, pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Jakarta sekaligus murid almarhum KH. Hasyim Muzadi.

Dalam ceramahnya, KH. Muhammad Hilmy menyampaikan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia juga menyampaikan tiga pesan utama KH. Hasyim Muzadi dalam menjaga keharmonisan kehidupan berbangsa.

Pertama, toleransi harus berakar pada nilai spiritual atau khasyatullah. Kedua, kerukunan perlu dibangun melalui penguatan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. Ketiga, masyarakat perlu menolak radikalisme serta memperkuat dialog demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Alexander menegaskan, Kabupaten Ketapang merupakan “rumah besar” bagi seluruh umat beragama untuk hidup berdampingan dalam semangat toleransi.

Menurutnya, kerukunan yang terjaga menjadi modal penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.

Semangat tersebut juga sejalan dengan Misi Kelima Kabupaten Ketapang, yakni meningkatkan pembangunan kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di kediaman Kyai Jemai Makmur. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di Kabupaten Ketapang. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar