Pemkab Kubu Raya Matangkan Pasar Induk, Target Diproyeksikan Tahun Depan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kubu Raya mematangkan rencana pembangunan pasar induk yang digadang-gadang menjadi pusat distribusi baru dan penggerak ekonomi daerah.
Seluruh dokumen administratif disebut telah rampung, sementara target penancapan batu pertama diproyeksikan tahun depan.
Pasar induk akan dibangun di atas lahan seluas 8.662 meter persegi yang berlokasi di belakang Pasar Melati dan Menanjak, Kecamatan Sungai Raya. Sekitar 4.000 meter persegi digunakan untuk bangunan utama.
Sementara, sisanya menjadi ruang terbuka hijau, jogging track (lintasan lari), taman, dan area publik lainnya.
Konsep yang diusung adalah pasar kering dan modern, dilengkapi penataan kawasan yang terintegrasi dengan tepi sungai (waterfront).
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan pembangunan pasar induk bukan sekedar proyek fisik, tetapi strategi memperkuat perputaran ekonomi lokal.
“Selama ini kita kuat di sisi suplai. Hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan kita besar. Tapi pusat distribusinya justru di luar daerah. Ini yang ingin kita benahi,” kata Sujiwo, Kamis (26/2/2026).
Ia mengungkapkan, sekitar 55 hingga 60 persen komoditas yang masuk ke Pasar Flamboyan Pontianak berasal dari Kubu Raya.
Ironisnya, sebagian pedagang dan masyarakat Kubu Raya justru kembali membeli kebutuhan dari sana untuk dijual lagi di wilayah sendiri.
Menurut Sujiwo, kondisi itu menjadi peluang besar yang harus ditangkap melalui pembangunan pasar induk agar rantai distribusi lebih efisien dan nilai ekonomi tidak keluar daerah.
Lahan Hampir Clear, Pusat Sudah Beri Sinyal
Lahan pasar induk sebelumnya berstatus Hak Guna Bangunan milik Bumi Raya Utama (BRU) dan kini telah dihibahkan kepada Pemkab Kubu Raya.
Status tersebut segera ditetapkan sebagai aset daerah untuk memperkuat pengajuan anggaran ke pemerintah pusat.
“Rekomendasi gubernur sudah ada, desain sudah selesai. Tinggal kita kawal terus agar proses di pusat tidak meleset dari target,” tegasnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kubu Raya, Norasari Arani, mengatakan kapasitas pasar induk nantinya mampu menampung sekitar 330 pedagang.
Dari jumlah tersebut, sekitar 244 pedagang berasal dari Pasar Melati, sementara sisanya akan diisi pedagang dari Pasar Nurul Huda yang memenuhi kriteria.
“Sebagai informasi awal, akhir tahun ini Pasar Melati direncanakan dirobohkan dan pedagangnya direlokasi sementara ke Pasar Menanjak maupun Pasar Sejati Parit Baru,” jelas Norasari.
Ia menegaskan, penataan ini bertujuan menghadirkan pasar yang lebih tertib, bersih, dan layak bagi pedagang maupun pembeli.
Kehadiran pasar induk ini diharapkan tak hanya memperkuat ekonomi rakyat, tetapi juga mempercantik wajah ibu kota Kabupaten Kubu Raya.
“Pasar itu pusat pergerakan ekonomi. Kalau dikelola baik, pedagang nyaman, masyarakat juga nyaman,” tutup Sujiwo. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment