Pasar Melati Dianggap Tak Layak, Pedagang Siap Pindah Asal Tak Dirugikan
KUBU RAYA, insidepontianak.com – Rencana pembongkaran Pasar Melati di Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya tak sepenuhnya ditolak pedagang.
Justru, sebagian besar mengakui kondisi bangunan pasar memang sudah tak layak dan membahayakan.
Struktur kayu yang menjadi rangka utama pasar disebut sudah banyak yang lapuk. Saat angin kencang menerpa, pedagang saban hari waswas. Atap yang berderit dan tiang yang mulai miring menjadi pemandangan sehari-hari.
Ho Jan San, pedagang sayur yang telah lama berjualan di Pasar Melati, blak-blakan menyebut kondisi pasar memang sudah memprihatinkan.
“Kalau dilihat memang sudah tidak layak. Kayunya banyak yang lapuk, kalau angin kencang kami takut juga. Jadi kalau mau dibongkar untuk dibangun yang lebih baik, kami setuju,” katanya, Kamis (26/2/2026).
Namun, persetujuan itu datang dengan satu syarat: solusi yang jelas. Sebanyak 244 pedagang akan direlokasi sebagai bagian dari langkah jangka pendek sebelum masuk tahap pra pembangunan pasar induk.
Pedagang berharap relokasi tak hanya memindahkan, tetapi juga menjamin keberlangsungan usaha mereka.
Menurut Ho, lokasi sementara harus tetap strategis dan mudah dijangkau pembeli. Ia khawatir jika penempatan relokasi tidak tepat, omzet pedagang bisa merosot.
“Kami ini hidup dari jualan harian. Kalau pembeli sepi karena tempatnya kurang bagus, tentu berat bagi kami,” ujarnya.
Pasar Melati selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi warga Sungai Raya.
Meski kondisinya kian menua, pasar tersebut tetap ramai dikunjungi warga untuk memenuhi kebutuhan pokok.
Rencana pembongkaran dan pra pembangunan pasar induk diharapkan menjadi titik awal penataan kawasan perdagangan yang lebih aman dan representatif.
Para pedagang pun berharap, perubahan ini benar-benar membawa perbaikan bukan justru menambah beban. (Greg)
Penulis : Gregorius
Editor : -
Tags :

Leave a comment