BBM Aman di Atas Kertas, Antrean di Arteri Supadio Padat Merayap

20 Maret 2026 13:33 WIB
Masyarakat yang antre BBM di SPBU Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya saat mengeluh langsung kepada Bupati Sujiwo, Jumat (20/3/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Stok bahan bakar minyak (BBM) disebut aman. Distribusi diklaim berjalan. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. 

Antrean kendaraan di SPBU Jalan Arteri Supadio, Kubu Raya misalnya, antrean mengular panjang hingga memakan badan jalan, Jumat (20/3/2026).

Di tengah bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah warga harus rela menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan bahan bakar. 

Sebagian bahkan sudah mengantre sejak pagi, sementara pengisian sempat terhenti karena stok di SPBU kosong.

Fenomena ini menghadirkan satu pertanyaan besar: jika stok BBM aman, mengapa antrean justru semakin panjang?

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menjadi salah satu yang langsung menyaksikan fenomena tersebut saat turun ke lapangan bersama Forkopimda. 

Ia mengatakan, bahwa persoalan bukan semata ketersediaan BBM, melainkan pola distribusi yang belum mampu mengikuti lonjakan permintaan.

“Ini bukan sekadar soal ada atau tidak ada BBM, tapi bagaimana strategi distribusinya. Jangan sampai antrean panjang, tiba-tiba stok habis,” kata Sujiwo.

Menurutnya, kekosongan sementara di SPBU menjadi titik paling rawan, sebab dapat memicu emosi masyarakat yang telah lama menunggu di tengah panas dan kondisi berpuasa.

Adapun data yang diterima pemerintah daerah menunjukkan konsumsi BBM menjelang Lebaran biasanya hanya naik sekitar 6 persen. 

Namun, kali ini lonjakan disebut menembus lebih dari 20 persen, bahkan berpotensi mencapai 30 persen.

Angka tersebut dinilai tidak lazim. "Kalau naiknya sampai beberapa kali lipat, tentu ada sesuatu. Wajar kalau muncul kecurigaan adanya oknum,” tegas Sujiwo.

Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal keras kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri kemungkinan praktik penimbunan maupun pembelian tidak normal.

Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika memastikan, bahwa kepolisian sudah bergerak. Salah satu fokus pengawasan adalah kendaraan dengan tangki modifikasi yang diduga membeli BBM melebihi kapasitas normal.

Karena itu, ia memastikan, bahwa pihaknya telah berkoordinasi bersama operator SPBU agar menolak kendaraan mencurigakan.

“Kami tekankan tidak melayani kendaraan dengan tangki modifikasi atau yang tidak sesuai spesifikasi pabrikan,” tegasnya.

Selain itu, Kadek Ary mengungkapkan, antrean panjang juga kini merembet menjadi isu lalu lintas, karena banyak SPBU berada di jalur protokol.

Termasuk, Jalan Arteri Supadio yang merupakan akses vital menuju Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kubu Raya.

Polisi pun harus turun tangan melakukan pengaturan arus kendaraan agar antrean tidak memicu kemacetan lebih luas.

“Kami lakukan pengamanan sekaligus pengaturan lalu lintas karena ini jalur utama masyarakat,” ujarnya.

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Kalbar, Irsan Firdaus Gasani, mengakui beberapa SPBU sempat mengalami kekosongan sementara akibat tingginya konsumsi masyarakat.

Menurutnya, mobilisasi mobil tangki tetap berjalan, namun lonjakan permintaan menyebabkan jeda pasokan di beberapa titik.

“Kami siap memperbaiki tata kelola pengiriman BBM khususnya di Kubu Raya agar kekosongan tidak terulang,” ujarnya.

Ia memastikan, Pertamina kini mulai menerapkan operasional SPBU 24 jam di beberapa lokasi serta menambah stok menjelang Lebaran.

Lonjakan konsumsi kali ini, disebutnya, sebagai anomali yang dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap isu geopolitik Timur Tengah, sehingga muncul anggapan BBM akan langka.

“Kami tegaskan stok BBM di Kalimantan aman. Masyarakat tidak perlu cemas, kondisi ini diperkirakan segera melandai,” jelasnya.

Antara Kepanikan dan Kepercayaan Publik

Situasi antrean BBM di Kubu Raya kini bukan sekadar persoalan distribusi energi, tetapi juga soal kepercayaan publik. 

Ketika masyarakat merasa pasokan terancam, perilaku konsumsi berubah membeli lebih banyak, datang lebih cepat, dan antre lebih lama.

TNI melalui Dandim 1207/Pontianak, Letkol Inf Robbi Firdaus, bahkan harus menempatkan personel di SPBU untuk membantu pelayanan agar antrean cepat terurai.

“Yang penting stok jangan sampai putus. Kalau pelayanan maksimal, antrean bisa berkurang,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat tetap menjaga ketertiban dan menahan emosi selama situasi berlangsung.

Hingga kini, antrean BBM di sejumlah SPBU Kubu Raya, khususnya di kawasan Jalan Arteri Supadio, masih terlihat panjang meski distribusi tambahan mulai dilakukan. 

Pemerintah daerah berharap perbaikan distribusi segera berdampak sehingga pelayanan kembali normal. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar