6 Ribu Liter Air Minum Disalurkan ke Warga Korpri, Bantu Warga Hadapi Kemarau dan Kabut Asap

8 September 2026 14:37 WIB
Masyarakat antre bantuan air minum di Komplek Kopri, Desa Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Selasa (8/9/2026). (insidepontianak.com/Greg)

KUBU RAYA, insidepontianak.com - Sebanyak 6 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga di Komplek Kopri, Desa Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Selasa (8/9/2026).

Pasalnya, kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kubu Raya. 

Bersamaan dengan itu, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) juga masih menyelimuti sejumlah kawasan.

Kondisi tersebut membuat kebutuhan air semakin penting bagi warga. 

Penyaluran dilakukan melalui kolaborasi Polres Kubu Raya, Pemkab Kubu Raya, Kodim, serta sejumlah organisasi masyarakat.

Mobil AWC (Armoured Water Cannon) digunakan untuk membawa air langsung ke warga. Mereka membawa ember, galon dan berbagai wadah untuk menampung air bantuan.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa Sastika Aktadivia Robinson mengatakan, distribusi air bersih tersebut sudah memasuki hari keenam.

“Ini hari keenam. Sampai hari ini sudah 54 ton air bersih yang kami distribusikan,” kata Rensa.

Ia memastikan, pendistribusian akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Raya Dalam, Sugiyo mengatakan, bantuan tersebut sangat membantu warga. 

Terlebih, ini menjadi distribusi air bersih pertama yang dilakukan di desanya.

“Ini yang pertama kali di desa kami,” kata Sugiyo.

Sugiyo berharap, bantuan berikutnya dapat menyasar warga di lima dusun lainnya yang ada di Desa Sungai Raya Dalam.

“Mudah-mudahan dusun lain juga mendapat giliran,” harapnya.

Di lain sisi, Kepala Kesbangpol Kubu Raya, Amini Maros mengatakan, Pemkab Kubu Raya terus mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut membantu warga yang kesulitan mendapatkan air.

Sejumlah organisasi masyarakat dan kelompok relawan telah ikut menyalurkan bantuan. Bantuan juga datang dari sejumlah partai politik.

Maros mengungkapkan, sumber air yang didistribusikan berasal dari beberapa wilayah, seperti Alas dan Teluk Bakung.

Air tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, namun untuk konsumsi warga tetap diminta memasaknya terlebih dahulu.

“Bisa dikonsumsi, tetapi harus dimasak dulu,” pesannya.

Bantuan air ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan warga, terutama saat kemarau membuat sumber air terbatas dan kabut asap karhutla masih mengganggu aktivitas masyarakat. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar