Kabut Asap Karhutla, Dinkes Catat 2.111 Kasus ISPA di Kubu Raya Sepanjang September

11 September 2026 14:46 WIB
Kadinkes Kubu Raya, Wan Iwansyah/IST

KUBU RAYA, insidepontianak.com – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai terlihat dari tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kubu Raya.

Dinas Kesehatan Kubu Raya mencatat 2.111 kasus ISPA sepanjang 1 hingga 8 September 2026.

Angka tersebut tercatat ketika kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti sejumlah wilayah Kubu Raya.

Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Wan Iwansyah mengatakan, kasus ISPA masih terus bertambah. Karena itu, masyarakat diminta mewaspadai dampak asap terhadap kesehatan.

“Kasus ISPA masih terus bertambah. Masyarakat harus lebih waspada terhadap dampak asap terhadap kesehatan,” kata Wan Iwansyah kepada insidepontianak.com, Jumat (11/9/2026).

Berdasarkan data Dinkes Kubu Raya, pada 1 September tercatat 299 kasus ISPA. Jumlahnya kemudian naik menjadi 324 kasus pada 2 September.

Pada 3 September tercatat 287 kasus. Sementara 5 September sebanyak 224 kasus. Kasus kembali melonjak pada 7 September. Dalam sehari, Dinkes mencatat 371 kasus ISPA.

Sehari berikutnya, 8 September, masih tercatat 308 kasus. Jika dijumlahkan, 2.111 kasus ISPA tercatat dalam delapan hari pertama September.

Jumlah ini menambah kasus yang sudah tercatat pada Agustus. Sepanjang bulan tersebut, Dinkes Kubu Raya mencatat 6.396 kasus ISPA.

Dengan demikian, sejak Agustus hingga 8 September 2026, terdapat 8.507 kasus ISPA yang tercatat di Kubu Raya.

Dari sebaran kasus pada 8 September, Kecamatan Sungai Raya menjadi wilayah dengan kasus ISPA terbanyak.

Tercatat 104 kasus di Sungai Raya. Kemudian Sungai Ambawang 69 kasus dan Sungai Kakap 52 kasus.

Selanjutnya Kuala Mandor 27 kasus, Rasau Jaya 18 kasus, Teluk Pakedai 11 kasus, Batu Ampar 10 kasus, Kubu 9 kasus dan Terentang 8 kasus.

Wan mengimbau, masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara memburuk akibat kabut asap.

Terutama anak-anak, lansia dan kelompok masyarakat yang rentan terhadap gangguan kesehatan akibat paparan asap.

“Kalau tidak ada keperluan, kurangi aktivitas di luar rumah. Gunakan masker dan segera periksa apabila mengalami keluhan seperti batuk atau sesak napas,” ujarnya.

Dilain sisi, ia juga meminta masyarakat menjaga kebersihan, rajin mencuci tangan dan menjaga daya tahan tubuh.

Tingginya kasus ISPA menjadi salah satu dampak yang perlu diwaspadai di tengah kabut asap karhutla yang masih terjadi di Kubu Raya. (Greg)


Penulis : Gregorius
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar