Menuju World Class University, Unisma Perkuat Jejaring Global dengan UiTM

31 Maret 2026 17:30 WIB
Program Pascasarjana Unisma menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Selasa (31/3/2026). (Istimewa)

MALANG, insidepontianak.com – Universitas Islam Malang (Unisma) memperluas kolaborasi internasional.

Program Pascasarjana menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Selasa (31/3/2026).

Ekspansi ini jadi bagian dari strategi menuju World Class University. Sekaligus merespons dinamika global yang kian tidak menentu.

Direktur Pascasarjana Unisma, M. Mas’ud Said, menegaskan kerja sama tersebut bukan semata agenda kampus. Tapi ada konteks besar di baliknya.

Dunia sedang bergejolak. Konflik terjadi di banyak tempat. Dampaknya terasa hingga ke ekonomi, energi, pangan, bahkan kehidupan rumah tangga.

“Kampus harus hadir. Memberi jawaban berbasis ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Ia menyebut, perang modern tak lagi sebatas militer. Dampaknya merembet ke mana-mana. Harga kebutuhan naik. Anggaran negara tertekan.

Situasi ini menuntut peran aktif perguruan tinggi. Lewat kolaborasi ini, Unisma dan UiTM fokus memperdalam kajian konflik dan perdamaian. Riset diperkuat. Publikasi didorong. Pertukaran dosen dan mahasiswa juga dibuka.

“Kami ingin mengkaji konflik dan mencari jalan keluarnya. Semua orang ingin damai. Tapi sering kali caranya keliru,” tegasnya.

Kerja sama tak berhenti di ruang kelas. Ada aksi nyata di lapangan. Pengabdian masyarakat lintas negara jadi bagian penting.

Mahasiswa dan dosen akan turun langsung. Mengembangkan pesantren. Mendorong pembangunan desa. Membawa dampak nyata.

“Kami saling kirim mahasiswa dan dosen. Belajar langsung di masyarakat. Ini soal perspektif,” jelas Mas’ud.

Ia juga menyoroti peran Asia Tenggara. Kawasan ini dinilai relatif solid di tengah konflik global.

“ASEAN menunjukkan bahwa negara bertetangga bisa kuat jika bersatu,” ujarnya.

Bagi Unisma, jejaring global adalah kunci. Reputasi dibangun dari kolaborasi. Kontribusi diperluas ke level internasional.

Targetnya jelas. Masuk kategori World Class University pada 2027.

“Perguruan tinggi kelas dunia harus punya jaringan kuat. Ini langkah ke sana,” pungkasnya.***


Penulis : Fauzi/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar