UNISMA Dorong UMKM Snack Premium Malang Tembus Pasar Ekspor Asia Timur

21 Agustus 2026 13:30 WIB
Pendampingan dan Visitasi Tim Pengabdi UNISMA ke salah satu UMKM Snack Premium "Dewi's Kitchen"

MALANG, insidepontianak.com – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama Halal Center Universitas Islam Malang (UNISMA) mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) snack premium di Kota Malang meningkatkan kapasitas produksi dan standar usaha agar mampu menembus pasar ekspor Asia Timur.

Upaya tersebut dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemberdayaan UMKM Snack Premium Berbasis Halal–Thayyib untuk Akses Ekspor ke Wilayah Asia Timur”, yang mendapat pendanaan melalui skema Hibah Abdimas HIMA UNISMA.

Program ini diketuai Prof. Eko Noerhayati, dengan Prof. Novi Arfarita sebagai anggota. Kegiatan juga melibatkan Halal Center UNISMA untuk memperkuat aspek jaminan produk halal.

Pendampingan menyasar sejumlah UMKM produsen snack premium yang memiliki potensi pasar internasional. Produk yang dikembangkan di antaranya cookies cokelat premium, snack keju premium, serta snack berbasis lauk kentang.

Produk-produk tersebut diketahui telah memiliki peminat, termasuk dari kalangan pekerja migran Indonesia di sejumlah negara Asia Timur seperti Hong Kong, Taiwan, dan Jepang. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya berkembang menjadi akses ekspor yang berkelanjutan.

Salah satu kendala yang dihadapi adalah kesenjangan antara kapasitas produksi UMKM dengan tuntutan standar operasional, keamanan pangan, ketertelusuran bahan baku, hingga kelengkapan dokumentasi yang dibutuhkan untuk memasuki pasar internasional.

“Program ini tidak hanya diarahkan agar produk memperoleh sertifikasi halal, tetapi juga mendorong perubahan budaya kerja UMKM menuju export-ready. Prinsip halal harus berjalan bersama dengan prinsip thayyib, termasuk keamanan pangan, mutu, kebersihan, dan ketertelusuran,” jelas tim pengabdi.

Berdasarkan hasil analisis situasi, produk mitra selama ini masih lebih banyak berorientasi pada pasar wisata dan domestik. Kondisi tersebut membuat sejumlah aspek, seperti ketertelusuran bahan baku, konsistensi proses produksi, serta dokumentasi kegiatan produksi, belum menjadi prioritas utama.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, tim pengabdi menerapkan strategi Lean Mentoring selama enam bulan. Pendekatan ini menekankan pendampingan yang praktis, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing UMKM.

Melalui pendampingan tersebut, UMKM tidak hanya diarahkan memenuhi persyaratan sertifikasi halal, tetapi juga membangun sistem produksi yang lebih tertib, terdokumentasi, aman, konsisten, dan memenuhi prinsip halal-thayyib.

Tim pengabdi berharap program ini dapat menjadi fondasi bagi UMKM snack premium Kota Malang untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar hingga ke kawasan Asia Timur.

Pendekatan tersebut sekaligus memperkuat peran UNISMA dalam mendorong UMKM naik kelas dari pasar domestik menuju pasar global melalui kolaborasi bidang Manajemen Industri Kecil, Teknologi Pangan, dan Jaminan Produk Halal.

Dengan penguatan aspek halal-thayyib, mutu, keamanan pangan, dan kesiapan produksi, produk lokal Kota Malang diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat sekaligus memenuhi tuntutan pasar internasional. (*)


Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar