APBD Perubahan Kalbar 2026 Diprioritaskan untuk Penanganan Dampak Karhutla

8 September 2026 12:10 WIB
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Prabasa Anantatur/IST

PONTIANAK, insidepontianak.com — Rancangan APBD Perubahan Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026 diprioritaskan untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Wakil Ketua DPRD Kalbar, Prabasa Anantatur, mengungkapkan alokasi anggaran kali ini difokuskan pada program yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Sebab, bantuan peralatan pemadam kebakaran dari pemerintah pusat dinilai sudah mencukupi, sehingga fokus daerah kini beralih pada keperluan mendasar.

“Salah satunya krisis air bersih yang dialami warga, seperti di kawasan Jeruju. Tentu ini butuh koordinasi lintas instansi dengan Pemerintah Kota Pontianak,” kata Prabasa, Senin (7/9/2026).

Adapun penyusunan anggaran perubahan memanfaatkan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA).

Hasilnya, postur APBD Perubahan naik signifikan dari APBD murni sebesar Rp5,7 triliun menjadi sekitar Rp6,21 triliun.

“Kami di Badan Anggaran sepakat bahwa penyesuaian ini diprioritaskan untuk urusan karhutla,” tegasnya.

Prabasa menegaskan, pengesahan anggaran perubahan ini akan dipercepat sebagai bentuk dukungan nyata legislatif bagi tim lapangan yang bekerja menangani dampak karhutla.

“Target kita, mudah-mudahan tanggal 11 atau 12 September ini penetapan kesepakatan bersama sudah rampung,” ucapnya.

Guna memastikan alokasi dana tepat sasaran, DPRD Kalbar bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait akan menggelar rapat intensif untuk mendata kebutuhan paling mendesak di masyarakat.***


Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment

Ok

Berita Populer

Seputar Kalbar