Optimalkan Penanganan Karhutla, Dewan Nofal Nilai Peralatan Pemadam Harus Diperkuat Pemerintah
PONTIANAK, insidepontianak.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Nofal Nofiendra menilai pemerintah kedepan perlu melakukan evaluasi terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
Menurut Nofal, karhutla bukan bencana yang datang tiba-tiba. Setiap tahun, Kalbar menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi memicu kebakaran.
Karena itulah, dia mendorong agar pemerintah meningkatkan kesiapsiagaan kedepan.
“Kita mendorong agar kedepan kesiapsiagaan kita lebih ditingkatkan," kata Nofal Nofiendra.
Ia menilai, pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapan menghadapi karhutla, terutama dari sisi peralatan.
Sebab, dia melihat, personel dan masyarakat sudah banyak yang terlibat dalam penanganan di lapangan. Kendalanya alat masih jauh dari memadai.
“Pemerintah harus belajar, ke depan harus mempertebal alat-alat dan peralatan. Kalau pekerja saya lihat sudah ramai, masyarakat juga banyak yang turun. Cuma saya lihat alat dan peralatan yang jauh-jauh kurang,” ujarnya.
Nofal mengatakan, keterbatasan peralatan tersebut salah satunya berkaitan dengan dukungan anggaran. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih besar terhadap kebutuhan penanganan karhutla dalam perubahan anggaran 2026.
Ia menyebut DPRD Kalbar siap mendukung langkah pemerintah untuk memperkuat penanganan karhutla melalui APBD Perubahan 2026.
“Kalau APBD Perubahan 2026, kemungkinan pemerintah sudah fokus ke situ. DPRD sendiri akan mendukung,” tegasnya.
Selain penguatan peralatan, Politisi Gerindra ini juga menilai upaya penanganan karhutla perlu melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.
Kelompok masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran dinilai dapat menjadi bagian penting dalam pencegahan dan respons awal ketika kebakaran terjadi.
Di sisi lain, ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, yang turut membantu penanganan karhutla melalui dukungan peralatan maupun program support di lapangan.
“Dari pihak-pihak swasta pun banyak yang membantu,” ucapnya.
Nofal berharap pengalaman menghadapi karhutla. Menurut dia, penguatan sarana dan prasarana harus dipersiapkan sejak dini.
Nofal juga mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dalam memperkuat upaya pemadaman mulai dari peralatan dan personel.
Senada, Gubernur Kalbar, Ria Norsan juga mengakui kendala peralatan masih menjadi persoalan. Karenanya ia menegaskan pergeseran anggaran APBDP 2026 akan di fokuskan untuk penanganan karhutla.
Norsan menjelaskan, anggaran tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peralatan yang masih kurang di lapangan, terutama mesin pompa air, selang, dan tandon penampungan.
"Di lapangan kekurangan mesin air dan selang serta tandon untuk menampung air," ujarnya.(Andi)
Di sisi lain, dia juga minta agar tidak saling menyalahkan. Sebab, yang dibutuhkan saat ini bersama-sama melakukan penanggulangan. (Andi)
Penulis : Andi Ridwansyah
Editor : -

Leave a comment