Gapoktan Dare Nandung Sambas Optimistis Program PMAAS Dongkrak Produksi Padi Hingga 12 Ton per Hektare
SAMBAS, insidepontianak.com – Gapoktan Dare Nandung Kecamatan Semparuk, menyambut optimistis program terbaru dari Menteri Pertanian melalui BRMP Provinsi Kalimantan Barat, yakni program penanaman PMAAS (Pertanian Modern - Advanced Agriculture System).
Ketua Gapoktan Dare Nandung, Sukiman, mengatakan, program tersebut diyakini mampu meningkatkan hasil produksi padi secara signifikan di Kabupaten Sambas. Jika sebelumnya rata-rata produksi berdasarkan data BPS hanya sekitar tiga ton per hektare, melalui metode PMAAS hasil panen diperkirakan bisa mencapai 10 hingga 12 ton per hektare.
“Program ini bertujuan meningkatkan produksi pertanian. Selama ini produksi di Kabupaten Sambas menurut data BPS sekitar tiga ton per hektare, tetapi dengan metode PMAAS nanti bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektare,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).
Tak hanya meningkatkan hasil panen, metode PMAAS juga dinilai jauh lebih hemat biaya dibanding pola tanam konvensional. Sukiman menjelaskan, biaya penanaman dengan metode tersebut hanya sekitar Rp400 ribu per hektare, sedangkan metode biasa bisa mencapai Rp2,4 juta per hektare.
“Selisih biayanya sangat jauh. Ini tentu sangat membantu petani karena lebih efisien dan efektif,” katanya.
Ia menambahkan, metode PMAAS dinilai cocok diterapkan di Kalimantan Barat karena menggunakan sistem tanam tabela atau tanam benih langsung yang lebih praktis.
Meski demikian, Sukiman mengakui metode baru tersebut belum sepenuhnya mudah diterima seluruh petani karena masih tahap awal penerapan. Menurutnya, diperlukan petani-petani yang memiliki pola pikir terbuka untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan.
“Karena ini metode baru, tentu tidak semua petani langsung bisa menerima. Tapi kami berharap ada petani yang mindset-nya membantu pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan,” ungkapnya.
Gapoktan Dare Nandung, lanjut Sukiman, siap mendukung penuh penerapan program PMAAS dan optimistis hasil produksi pertanian di wilayahnya akan meningkat drastis.
“Kami sangat optimistis kalau program terbaru ini diterapkan dengan baik, produksi bisa mencapai 10 sampai 12 ton per hektare,” pungkasnya. (*)
Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment