Kronologi Dugaan Keracunan 15 Siswa di Sambas, Sakit Perut Setelah 2 Jam Menyantap MBG

22 Mei 2026 14:51 WIB
Petugas Puskesmas Selakau saat memeriksa siswa yang mengeluh sakit perut, lemas, mual dan pusing usai menyantap MBG. (Istimewa)

SAMBAS, insidepontianak.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas bergerak cepat menyelidiki dugaan keracunan yang dialami 15 siswa SDN 06 Sungai Rusa dan SDN 08 Sungai Daun, di Kecamatan Sekalau. 

Seperti apa kronologinya?

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Para siswa tersebut mulai mengalami keluhan sekitar dua jam setelah menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

“Anak-anak segera dibawa ke Puskesmas Selakau oleh gurunya dengan gejala nyeri perut, mual, muntah, badan lemas, dan pusing,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, Ganjar Eko Prabowo, Jumat (22/5/2026).

Petugas kesehatan langsung memberikan penanganan sesuai prosedur. Seluruh siswa dirawat hingga pukul 15.30 WIB.

Kondisinya berangsur membaik. Mereka pun diperbolehkan pulang ke rumah, namun tetap dipantau pihak puskesmas dan sekolah.

Ganjar menyebutkan, makanan MBG yang dikonsumsi siswa diproduksi oleh SPPG Sambas Selakau Sungai Nyirih.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, ayam goreng tepung, tempe saus kecap, tumis timun dan wortel bumbu kuning, serta buah pisang.

Untuk memastikan penyebab dugaan keracunan itu, petugas surveilans Puskesmas Selakau diperintahkan melakukan penyelidikan epidemiologi.

Seluruh sampel makanan, baik dari sekolah maupun lokasi pengolahan makanan di SPPG, telah diamankan untuk kepentingan investigasi. Sampel akan diuji di laboratorium Balai Besar POM Pontianak.

“Berdasarkan hasil investigasi sementara, dugaan gangguan pencernaan ini mengarah pada makanan dari MBG,” katanya.

Namun, penyebab pasti baru dapat dipastikan setelah hasil pemeriksaan laboratorium keluar. Hasil uji diperkirakan selesai dalam sekitar 14 hari ke depan.

Ganjar menegaskan kasus tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh SPPG agar lebih ketat menjaga higienitas makanan.

Karena itu, pengelola dapur diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan di setiap tahapan pengolahan makanan.

“Kerja sama yang sehat dan bertanggung jawab antara SPPG dan mitra penyedia makanan sangat penting. Monitoring berkala juga perlu dilakukan agar MBG tidak bermasalah,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, Insidepontianak.com masih berupaya mengonfirmasi pihak SPPG Sambas Selakau Sungai Nyirih untuk meminta penjelasan terkait insiden tersebut ***


Penulis : Antonia Sentia
Editor : -

Leave a comment