Angela Asri Tuntaskan Riset Doktoral di Sanggau Lewat Program Mentoring Guru

26 Februari 2026 08:57 WIB
Angela Asri Purnamasari, mahasiswa School of Education, University of New England (UNE) Australia menyerahkan piagam ucapan terimakasih kepada Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena. (Istimewa)

SANGGAU, insidepontianak.com – Angela Asri Purnamasari, mahasiswa School of Education, University of New England (UNE) Australia, menuntaskan program Needs Analysis-based Mentoring (NAM) di Kabupaten Sanggau.

Program atau Pilot Mentoring Berbasis Analisis Kebutuhan itu berlangsung 24 Januari hingga 21 Februari 2026. Sebanyak 28 guru Bahasa Inggris dari berbagai sekolah terlibat dalam penelitannya.

Angela menjelaskan, NAM merupakan bagian penting dari riset doktoralnya. Program ini menjadi ruang belajar bersama dan kolaborasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris.

Ia mempertemukan 28 guru terpilih dengan tujuh mentor dari Universitas Kristen Indonesia Jakarta, Universitas Atma Jaya Jakarta, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, dan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

“Saya terharu dan bersyukur. Program ini bisa kami selesaikan dengan baik bersama-sama,” ujarnya.

Ia juga memohon dukungan untuk kelanjutan studinya di Australia.

“Kami merasa terhormat memiliki peserta yang berkomitmen dalam proses pengembangan profesional ini,” sambungnya.

Dosen UKI Jakarta itu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sanggau atas dukungan penuh selama pelaksanaan program.

Ia menyebut Bupati Sanggau Yohanes Ontot yang merestui sejak awal, Wakil Bupati Susana Herpena yang hadir saat penutupan, Kepala Badan Pendapatan Daerah Wellem Suherman yang memfasilitasi kegiatan, serta Kepala Dinas Pendidikan Alipius yang merekomendasikan para guru peserta.

Angela berharap kolaborasi ini tidak berhenti di seremoni. Ia ingin kemitraan antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan sekolah terus berlanjut dan berdampak jangka panjang bagi guru dan siswa.

Alumni SMP Sugiyopranoto dan SMA Negeri 1 Sanggau itu menegaskan, guru adalah jantung program.

“Guru Bahasa Inggris bukan sekadar peserta penelitian, tetapi pelopor pengembangan profesional berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengapresiasi dukungan internasional dari UNE Australia dan dukungan nasional dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Kemendikti RI.

Adapun program ini pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan dipusatkan di Kabupaten Sanggau.

“Kami siap menerima program positif untuk mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045, khususnya di Bumi Daranante,” ujarnya.

Susana, juga menyampaikan terima kasih kepada Angela dan Principal Supervisor-nya, Prof Joshua Matthews, yang telah berbagi ilmu selama lebih dari satu bulan dalam lima kali pertemuan.

“Terima kasih atas dedikasinya. Angela telah mengukir sejarah untuk Kabupaten Sanggau,” katanya.

Ia berharap program serupa kembali digelar. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris menjadi langkah krusial mencetak generasi Sanggau yang berdaya saing global.

“Guru adalah ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di bidang pendidikan,” pungkasnya.***


Penulis : Ansar/biz
Editor : -

Leave a comment

ok

Berita Populer

Seputar Kalbar