4 Event Budaya di Landak, Konten Kreator Jadi Kunci Promosi
LANDAK, Insidepontianak.com - Dinas Kebudayaan, Pemuda Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Landak mencoba memfokuskan penguatan narasi budaya sebagai daya tarik utama untuk menjaring wisatawan.
Langkah itu diperkuat dengan masuknya empat agenda budaya Landak dalam kalender event Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Kalimantan Barat tahun 2026.
Keempat agenda tersebut dinilai bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan instrumen untuk merawat identitas sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Landak, dr. Pius Edwin, mengatakan pengakuan di tingkat provinsi menjadi peluang strategis untuk memperluas promosi daerah.
“Tahun ini ada empat event yang masuk dalam kalender event Disporapar Provinsi Kalimantan Barat,” ujar Pius, Kamis (26/2/2026).
Empat kegiatan itu meliputi Festival Naik Dango di Saham, Festival Binua Landak, Pekan Kebudayaan Daerah, serta Tumpang Negeri.
Menurut Pius, agenda terdekat yang akan digelar adalah Festival Naik Dango di Saham. Ia berharap momentum tersebut mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di sekitar lokasi kegiatan.
“Yang paling dekat itu, ya Festival Naik Dango nanti di Saham,” tuturnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa kesuksesan event budaya tidak cukup hanya mengandalkan kemeriahan di lokasi. Di era digital, promosi melalui media sosial menjadi kunci memperluas jangkauan pasar wisata.
“Pariwisata ini tidak jalan kalau tidak ada konten, terus terang. Harapan kami sekarang ini banyak orang kreatif bisa bikin konten sana-sini, jalan ke sana kemari. Boleh bantu dengan konten yang mereka punya, tag saja di Facebook atau IG Disporapar Kabupaten Landak. Itu sudah membantu datangnya wisatawan,” kata Pius.
Ia menilai, visualisasi yang kuat dan promosi masif di ruang digital akan mempercepat penyebaran informasi sekaligus membangun citra positif pariwisata Landak di tingkat regional maupun nasional.
Dengan dukungan kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, dan masyarakat, strategi berbasis budaya ini dinilai dapat menjadi fondasi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan di Landak. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment