DPRD Sanggau Soroti Keterbatasan Daya Tampung Sekolah pada SPMB 2026-2027
SANGGAU, insidepontianak.com – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, Paulus menyoroti persoalan keterbatasan daya tampung sekolah dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurut Paulus, permasalahan tersebut hampir setiap tahun menjadi perhatian serius karena jumlah peserta didik yang mendaftar seringkali melebihi kapasitas sekolah yang tersedia, terutama di sejumlah sekolah yang dianggap favorit oleh masyarakat.
“Permasalahan yang hampir setiap tahun menjadi perhatian khusus, terutama pada jenjang SMP, adalah persoalan keterbatasan daya tampung sekolah. Jumlah peserta didik yang mendaftar seringkali lebih banyak dibandingkan kapasitas yang tersedia,” ujar Paulus, Selasa (19/5/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah agar seluruh peserta didik tetap memperoleh akses pendidikan secara merata. Karena itu, Paulus mendorong pemerintah daerah melakukan langkah antisipasi serta pemetaan yang matang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
Selain itu, pemerataan kualitas pendidikan juga dinilai perlu terus ditingkatkan di seluruh sekolah.
“Pemerataan kualitas pendidikan harus terus ditingkatkan, baik dari sisi sarana dan prasarana, tenaga pendidik, maupun mutu pembelajaran di setiap sekolah. Sehingga tidak terjadi penumpukan pendaftar hanya pada sekolah tertentu saja,” katanya.
Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau, lanjut Paulus, akan tetap menjalankan fungsi pengawasan agar proses penerimaan murid baru tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, transparan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Kami di Komisi IV DPRD Kabupaten Sanggau akan tetap menjalankan fungsi pengawasan agar proses penerimaan murid baru tahun 2026 dapat berjalan lancar, tertib, transparan, dan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat serta masa depan pendidikan anak-anak di Kabupaten Sanggau,” pungkasnya. (*)
Penulis : Ansar
Editor : -
Tags :

Leave a comment