Efek Domino Kenaikan Pertamax, Material Mahal, Belanja Proyek di Sanggau Terpaksa Menyesuaikan
SANGGAU, insidepontianak.com – Naiknya harga BBM non-subsidi jenis Pertamax berdampak domino. Bahan-bahan material konstruksi ikut meningkat.
Kondisi ini membuat pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sanggau terpaksa harus menyesuaikan.
Hal itu terjadi karena standar satuan harga (SSH) berbagai material konstruksi, seperti besi, semen, pasir, plastik, hingga seng, ikut berubah.
“Dengan kondisi ini, tentunya perencanaan yang sudah kita buat sebelumnya perlu direview dan disesuaikan dengan harga terkini,” kata Plt Kepala Dinas PUPR Sanggau, Aris Sudarsono, Kamis (18/6/2026).
Tren kenaikan harga material ini pun diperkirakan masih akan terus berlanjut. Karena itu, seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) diminta tetap menggunakan standar Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebagai dasar pelaksanaan kegiatan.
“Tidak harus menunggu harga ini berhenti naik,” tegasnya.
Aris mengakui kenaikan harga material tidak hanya memengaruhi SSH dan dokumen perencanaan, tetapi juga berpotensi menggeser jadwal pelaksanaan pekerjaan.
“Paket-paket yang baru masuk tahap perencanaan dan tender sekarang harus kami hitung kembali. Pengaruhnya ada pada biaya perencanaan, DED, dan waktu pelaksanaannya,” ujarnya.
Dampak lain dari kenaikan harga material adalah kemungkinan berkurangnya volume pekerjaan. Misalnya pada proyek peningkatan jalan, panjang ruas yang dikerjakan bisa disesuaikan.
Sementara untuk pembangunan gedung, beberapa fasilitas pelengkap juga sangat berpotensi dikurangi.
“Kalau kita lihat dari sisi BBM, proyek tidak bisa menggunakan Pertalite, tetapi harus Pertamax. Sementara harga Pertamax naik cukup signifikan hingga di atas Rp16 ribu per liter. Ini bisa memengaruhi biaya proyek sekitar 10 hingga 20 persen,” ungkapnya.
Meski demikian, Aris memastikan kondisi ini tidak akan mempengaruhi kualitas pekerjaan. Seluruh kegiatan wajib dilaksanakan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Kami berupaya agar kualitas pekerjaan tetap sama, mutunya tetap terjaga, dan hasilnya tetap fungsional,” pungkasnya.***
Penulis : Ansar
Editor : -

Leave a comment