Kemarau Panjang, Petani Padi di Kayong Utara Terancam Gagal Panen
KAYONG UTARA, insidepontianak.com – Kekeringan ekstrem melanda lahan pertanian di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara.
Situasi ini merupakan dampak dari kemarau panjang yang terjadi dalam empat bulan terakhir ini. Akibatnya, lahan sawah krisis air. Tanah-tanah merekah.
Dan, tanaman padi milik warga tak bertumbuh normal. Daun-daun yang awalnya hijau mulai menguning. Sebagian bahkan sudah mengering. Nyaris mati.
“Karena cuaca seperti ini, padi kita tidak akan keluar buah,” keluh Jono, petani di Desa Sedahan Jaya, Kamis (3/9/2026).
Ia sangat cemas. Ancaman gagal panen sudah di depan mata. Ekonomi keluarganya terancam. Sebab pendapatan sepenuhnya bergantung pada hasil panen padi.
“Jadi untuk saat ini kita bisa dikatakan nganggur. Kecuali kalau ada kerjaan buruh harian, kita numpang kerja,” keluhnya.
Pengamat Pertanian Kayong Utara, Jili Jusuf menjelaskan, kekeringan merupakan ancaman fatal bagi tanaman padi, terutama yang telah memasuki fase pengisian bulir.
Menurutnya, tanaman yang kekurangan air pada fase tersebut akan mengalami penurunan produktivitas secara signifikan.
“Walaupun dikasih pupuk, tapi kalau tidak ada air, padi tidak bisa berkembang dan tumbuh dengan baik,” jelas Jili.
Ia menilai, ketersediaan pasokan air menjadi faktor paling krusial yang harus segera diintervensi pemerintah daerah guna menyelamatkan produktivitas lahan pertanian selama musim kemarau.***
Penulis : Fauzi
Editor : -

Leave a comment